Simalakama Kenaikan Tarif Ojek Online

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Zumrotin menuturkan, salah satunya adalah penggunaan ojek online untuk dua kilometer bisa diganti dengan berjalan kaki. Hal ini bisa terjadi kepada penumpang yang berusia muda.

img_title Wuling BinguoEV Jadi Armada Grab

Fithra malah memperkirakan efek ekstrem kenaikan tarif ojek online adalah kemungkinan adanya potensi zero ridership juga bisa terjadi. Karena, kebutuhan ojek online sebagai feeder masih sangat dibutuhkan, termasuk pada pembangunan masih LRT dan MRT saat ini. Masyarakat membutuhkan transportasi menuju stasiun terdekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengendara Gojek dan Grab di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 15 Mei 2017.

img_title Jadi Pemegang Saham Mayoritas Lebih dari 50%, Grab Perkuat Komitmen di Superbank

Grab dan Gojek angkat tangan  

Atas respons kecewa dan kesal dari pelanggan, aplikator ojek online masih melihat perkembangan dalam beberapa hari ke depan. Namun aplikator merasa tak 'berdosa' dengan tarif baru tersebut, mereka berdalih tarif itu bukan dari mereka melainkan dari pemerintah. 

img_title Grab Buka Suara Soal Rumor Hengkang dari Indonesia

President of Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan, saat ini Grab tengah memonitor reaksi dari masyarakat dan mitra atas kenaikan tarif. Tarif baru saja dinaikkan per 1 Mei 2019, dan akun Twitter resmi Grab Indonesia, mendapat sejumlah keluhan dari warganet.

"Ini kan bukan peraturan kami, tapi peraturan pemerintah. Sebelumnya kita juga sudah mempertimbangkan bagaimana reaksi pengemudi maupun masyarakat. Pak Menteri bilang kita monitor dalam seminggu ini," katanya usai menghadiri acara #PatunganUntukBerbagi di Thamrin Nine, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.

Ia belum bisa bicara banyak karena menurutnya peraturan tarif baru saja dilakukan kemarin. Nantinya akan diulas bersama Kemenhub juga dari aplikator.

Gojek juga masih irit bicara dengan reaksi tidak puas dari pengguna. Vice President Corporate Affairs Gojek, Michael Reza Say dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Gojek menyambut baik peraturan ini. Bagi perusahaan, keamanan dan keselamatan mitra pengemudi dan pelanggan merupakan prioritas utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terkait pedoman tarif yang dikeluarkan Kemenhub, kami melihat maksud positif atas penetapan tarif batas bawah. Semangat ini sejalan dengan misi Gojek. Untuk itu, kami sedang melakukan simulasi di beberapa tempat di mana kami beroperasi, guna tercipta keadilan dan kenyamanan bagi seluruh mitra pengemudi dan pelanggan," katanya.

Soal dampak kenaikan tarif pada ekosistem layanan masing-masing, aplikator belum mau mengumbar komentar. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut