Saatnya Cabut Pembatasan Akses Media Sosial

Ilustrasi sejumlah ikon media sosial.
Sumber :
  • Pixabay

"SMS dan voice tidak berpengaruh. Berbeda dengan teks, postingan video dan foto secara psikologis langsung kena ke emosi. Namun postingan di media sosial belum akan viral jika tak disebarkan di WhatsApp. Viralnya bukan di media sosial, tapi di messaging system,” jelas Rudiantara. 

img_title 620 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Media Sosial Sepanjang 2026

Menurutnya, pembatasan ini tidak melanggar hak warga negara. Rudiantara berdalih, langkah ini sesuai dengan ketentuan dan semangat yang ada di Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia menjelaskan, inti UU ITE ada dua yakni pertama, meningkatkan literasi, kemampuan, kapasitas dan kapabilitas masyarakat terhadap teknologi digital. Kedua, content management, yang di antaranya termasuk melakukan pembatasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia berharap langkah ini akan bisa cepat dilalui. "Dan saya berharap ini bisa cepat selesai," kata Rudiantara.

img_title 7 HP Terbaik untuk Reseller yang Dipakai 3–5 Tahun, Harganya Murah dan Memiliki Penyimpanan Besar

Pengguna syok dengan pembatasan tersebut. Namun dengan cepat, tidak sampai Rabu petang, beredar informasi trik mengakali pembatasan ini, dengan memasang aplikasi virtual private network (VPN). 

Dengan memasang VPN, pengguna mulus untuk mengunggah atau mengunduh foto dan video di platform daring tersebut. Pilihan VPN juga banyak di pusat aplikasi, kebanyakan aplikasi yang gratis. 

img_title Remaja Jepang Tolak Medsos Dibatasi

Pengguna pun asyik ramai-ramai memasang VPN di perangkat mereka. Tujuannya taktis, supaya tetap bisa kirim foto dan video untuk mengirimkan informasi ke kontak mereka. Kurang apa lagi, aplikasi VPN itu gratis pula. 

Mereka larut dengan solusi VPN. Padahal di balik gratisnya aplikasi tersebut menembus pembatasan akses, malah menyimpan bahaya. 

Untuk menggunakan aplikasi VPN, terutama yang gratis, pengguna wajib menerima syarat data dan trafik mereka diawasi oleh penyedia layanan VPN. Kalau tak setuju syarat ini, pengguna dikunci tak bisa menggunakan VPN. Merasa jalan sudah buntu, pengguna tetap saja nekat memasang VPN. 

Ilustrasi VPN

Bahaya VPN

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat teknologi informasi Onno W. Purbo mengatakan secara sederhana proses menggunakan VPN jalur komunikasi data menjadi lebih panjang, dibanding tak menggunakan VPN. 

Onno mengatakan, layanan VPN membuat semacam saluran sendiri di internal mereka yang kemungkinan keluar di luar negeri. Dengan demikian, VPN memerankan sebagai penyambung. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut