Saatnya Cabut Pembatasan Akses Media Sosial
- Pixabay
Namun tetap saja, walau mencopot VPN bukan berarti perangkat pengguna otomatis aman.Â
Alfons menuturkan, jika pengguna mencopot aplikasi VPN masih perlu kewaspadaan. Â "Kalau sudah di-uninstall, tentu semua trafik pengguna aman. Tapi ada catatan," katanya.Â
Alfons menuturkan, setelah mencopot aplikasi VPN, trafik dan data yang digunakan saat memasang aplikasi VPN akan tetap dimiliki server VPN. Â Selanjutnya, kata dia, malware yang ada di perangkat saat pengguna masih memasang VPN bakal tetap bekerja. Â
"Kalau trafik VPN mengandung malware dan menginfeksi perangkat pengguna, maka malware tersebut akan tetap tinggal pada perangkat dan menjalankan aksinya sekali pun sudah tidak menggunakan VPN," kata dia.Â
Alfons menyoroti VPN gratis sangat berbahaya, sebab mereka cenderung akan meminta ganti operasional layanan besar yang meliputi server, hosting dan bandwidth, dengan memanen data pengguna untuk dijual ke pihak ketiga.Â
"Kalau diberikan gratis tentu perlu menjadi pertanyaan bagaimana mereka membiayai hal ini," jelasnya.
Onno mengatakan, sebaiknya pengguna menggunakan VPN berbayar. Memang, pengguna merogoh kocek untuk biaya langganan namun mereka akan mendapatkan setimpal, data mereka tidak akan dipanen. VPS berbayar biasanya lebih aman dibanding yang gratisan.Â
"Mereka (VPN berbayar) lebih profesional dan biasanya tidak ada niatan jahat untuk menjaga kepercayaan user," jelasnya.Â
Onno menuturkan, VPN merupakan opsi alternatif yang nyaris tak tergantikan. Untuk itu, lebih baik pengguna rela membayar sedikit untuk mendapatkan keamanan data. Dia menyarankan pengguna melihat survei di internet dan rating VPN berbayar yang terbaik. Biaya VPN, Onno menyebutkan, kisaran US$10Â atau Rp145 ribu sebulan.
![]()
Transaksi aman?
Salah satu kekhawatiran pengguna WhatsApp yang memasang VPN adalah bagaimana keamanan data atau akun perbankan saat mereka transaksi.Â
Alfons berpandangan, jika menggunakan VPN yang disediakan langsung oleh perbankan, menurutnya transaksi pasti aman. Sebab, selama ini perbankan menomorsatukan keamanan dalam bertransaksi. Menurutnya, VPN yang aman adalah jenis VPN yang diketahui jelas penyedianya, sedangkan yang berbahaya adalah VPN yang sebaliknya, tak jelas asal usul penyedianya.Â
"Perbankan akan menggunakan VPN mereka sendiri dan mereka yang pantau keamanannya. Jadi biasanya mereka akan menghindari pihak luar terlibat dalam proses pengamanan koneksinya," kata dia.Â