Menyoal Harga Tiket Pesawat Mudik

Ilustrasi bandara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Harga tiket pesawat domestik bahkan cenderung lebih mahal dibanding harga tiket pesawat ke luar negeri.

img_title Harga Tiket Pesawat Domestik Bikin Masyarakat Menjerit, Sandiaga Uno: Itu Kelas Bisnis!

"Kenapa harga tiket pesawat di luar negeri lebih murah daripada di dalam negeri?" kata Armadita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sesuai aturan?

img_title Jakarta-Lombok PP Rp 2,3 Juta, Simak Daftar Promo Tiket Garuda Indonesia 2023

Maskapai Garuda Indonesia dan CItilink.

Masih tingginya harga tiket pesawat menunjukkan keputusan menteri perhubungan menurunkan tarif batas atas harga tiket pesawat belum berdampak signifikan. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengakui harga tiket pesawat masih relatif mahal.

img_title Inflasi di Kendari Capai 6,85 Persen, Pj Wali Kota Soroti Tarif Tiket Pesawat

Menanggapi harga tiket yang mahal, Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, kembali menegaskan bahwa harga tiket sudah diatur dengan mekanisme batas atas dan batas bawah. Kementerian Perhubungan bahkan sudah menyiapkan 36 posko mudik di bandara untuk memantau pergerakan harga tiket pesawat hingga 13 Juni 2019. 

Polana menuturkan, terkait harga tiket masih dimonitor. Sejauh ini, menurutnya, masih sesuai dengan Keputusan Menteri Nomor 106 Tahun 2019.

"Harga tiket masih kita monitor, masih sesuai dengan KM 106 Tahun 2019," ucapnya.

Sementara itu, pihak maskapai Garuda Indonesia, membantah harga tiket pesawat melonjak tajam hingga lebih dari Rp6 juta. Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah, menegaskan pihaknya tidak akan menetapkan harga tiket melebihi tarif batas atas (TBA) yang sudah ditetapkan pemerintah. 

"Kalau Garuda enggak ada harga segitu. Kita enggak mungkin melebihi TBA, harga sudah diturunkan oleh menteri, kalau transit katanya murah. Jadi prinsipnya Garuda tidak mengambil keuntungan, sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah, karena ini hajat hidup orang banyak," ucapnya. 

Menghadapi mudik Lebaran tahun ini, diungkapkannya, Garuda telah menyiapkan armada pesawat-pesawat besar, seperti Airbus 300, untuk melayani melonjaknya permintaan penumpang. Garuda juga telah menyediakan 100 ribu kursi penerbangan tambahan mulai 29 Mei 2019 hingga 10 Juni 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan, harga tiket maskapainya sudah sesuai aturan regulator. Ditegaskannya, Lion Air tidak menjual melebihi batas atas. 

“Lion Air Group tidak menjual yang melebihi batas atas atau maksimum atau menjual masih berada di bawah koridor tarif batas atas layanan kelas ekonomi domestik. Perihal tersebut (harga pesawat yang mahal) karena transit (singgah) di suatu kota,” ujarnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut