Demonstrasi Santai ala Milenial

Mahasiswa bawa poster lucu saat aksi
Sumber :
  • Istimewa

Ketika Politik Tak Lagi Kaku dan Provokasi

img_title Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Demo Buruh di Jakarta dan Kota Industri Besar

Adi Prayitno, pengamat politik yang juga direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia mengaku terhibur dengan cara generasi yang sekarang ikut aksi dengan penggunaan bahasa yang lucu. Menurut Adi, hal tersebut menunjukkan, generasi milenial dan generasi Z sudah mulai engage dengan isu politik dan sosial kemasyarakatan.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penggunaan bahasa yang sederhana, namun menokok menjadi ciri khas milenial dan generasi Z. Mereka menggunakan kalimat yang mudah dicerna, namun kena substansinya. Bahasa dan analogi yang digunakan juga penuh humor tentang apa yang dihadapi sehari-hari.

img_title Demo Mahasiswa Uncen Berujung Rusuh, 4 Polisi Luka-luka 1 Truk Hangus Dibakar

Hal ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang menggunakan bahasa yang akademis dan provokatif, yang menampakkan kesan politik adalah sesuatu yang sangat serius dan kaku.

Meski disampaikan dengan kalimat yang santai dan jenaka, inti yang mereka sampaikan sama. Kelompok ini tetap memiliki perhatian atas masalah yang sedang bergolak saat ini.

img_title Kronologi Demo Ricuh Mahasiswa di Balai Kota yang Bikin 7 Polisi Luka-luka

Mereka bagian dari kelompok yang tak ingin campur tangan negara dalam ranah privat menjadi dominan, mereka juga bagian dari publik yang berharap jangan sampai RKUHP memberangus demokrasi. 

Anak-anak muda ini mulai terikat dengan isu politik, namun mereka menggunakan bahasa yang rileks dan dekat dengan keseharian. Jadi bahasa tersebut lebih kena.

Buat mereka, menyampaikan kritik tak harus dengan cara hitam atau putih, atau bahasa yang keras. Itu sebabnya dengan kreatif mereka mengemas ungkapan. 

Menurut Adi, kondisi ini sebenarnya bisa juga dikatakan sebagai bagian dari industri kreatif saat ini. Tak perlu terikat dengan bahasa, tapi terasa menyakitkan karena mereka memilih kata dan analogi yang pas.

"Sebenarnya ini model baru industri pergerakan mahasiswa dalam menyampaikan kritikannya," ujar Adi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski mahasiswa sudah menggunakan bahasa yang lucu dan santai, tak berarti mereka akan terhindar dari aksi kekerasan. Sebab, aparat tetap melakukan represi ketika membubarkan mereka. Dalam demonstrasi Selasa sore, 24 September 2019, bentrokan akhirnya terjadi.  

Adi melanjutkan, hal tersebut terjadi karena berbagai alasan. Pertama, dalam batas tertentu aparat sudah tak bisa lagi menoleransi waktu yang diberikan. Izin demo itu biasanya berakhir pukul 18.00 WIB.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut