Massa yang Marah dan Aparat yang Lelah
- ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
"Tetapi, setelah pukul 16.00 WIB, karena melakukan tindakan-tindakan yang sudah menuju tindakan anarkis, kita lakukan tindakan dengan tahapan-tahapannya. Yang pertama kita tembakan air kepada adik-adik untuk mundur, tetapi mereka tidak mau mundur tetap maju bahkan semakin merusak pagar DPR," katanya.
Karena pagar DPR/MPR tak hanya jebol di satu bagian, maka sesuai amanat UU, Gatot mengatakan pihaknya terpaksa menembakkan gas air mata agar massa bubar. Gatot menegaskan, sebenarnya polisi sudah sangat memberi toleransi pada mereka.
"Unras (unjuk rasa) boleh disampaikan, aspirasi boleh disampaikan, tapi saya yakin betul bahwa adik-adik mahasiswa adalah mahasiswa yang cerdas. Lakukan dengan cara yang cerdas, dengan cara yang elegan, dengan cara yang tentunya sesuai ketentuan peraturan dan perundangan yang ada. Ini yang saya sampaikan," katanya.