Waspada Virus Corona

Dugaan Penyebaran Virus Corona di Gedung BRI Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

VIVA – Kamis pagi, 23 Januari 2020, warga kota Wuhan, provinsi Hubei, China, bergegas menjejali stasiun, bandara, jalan tol hingga terminal bus. Mereka berupaya agar bisa sesegera mungkin keluar dari kota tersebut. Pemerintah kota sudah memastikan, Wuhan akan diisolasi. 

img_title Organisasi Mahasiswa Islam Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintahan Prabowo Kawal Asta Cita

Sehari sebelumnya, Rabu, 22 Januari 2020, pemerintah kota Wuhan mengabarkan telah mengambil keputusan untuk melakukan karantina kota tersebut dengan cara melakukan lock down, atau menutup seluruh akses untuk masuk dan keluar dari Wuhan. Hari itu, pemerintah Wuhan juga mewajibkan seluruh warga untuk menggunakan masker, di semua tempat umum di kota, termasuk hotel, restoran, taman, kafe, dan pusat perbelanjaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Orang-orang yang tidak mematuhi persyaratan akan ditangani oleh pihak berwenang sesuai dengan tugas dan hukum masing-masing," pernyataan tersebut disampaikan pemerintah kota Wuhan.

img_title Ini Agenda Besar Indonesia dan China 2027-2031

Menurut laporan Xinhua, proses lock down dimulai pada Kamis pagi. Dan pada Kamis sore, seluruh akses jalan raya utama dan layanan transportasi dari dan menuju kota dengan 11 juta penduduk tersebut ditutup, hingga waktu yang belum ditentukan.

Keputusan ini diambil setelah penyebaran virus tersebut terus merebak dan tak terbendung. Wuhan, sebagai kota pertama munculnya kasus dengan gejala mirip pneumonia tersebut memutuskan langkah besar karena saat ini China sedang bersiap menyambut tahun baru Imlek, di mana miliaran warga China akan menjejali semua jalur transportasi untuk mudik ke kampung halamannya masing-masing. Jika karantina tak dilakukan, penyebaran virus dikhawatirkan akan semakin membahayakan. 

img_title Usai Ludes Terbakar, Pemerintah Siapkan Pemulihan Desa Adat Sade dalam 4 Tahap

Gejala virus ini mulai terdeteksi pada pertengahan Desember 2019. Namun tak pernah diperkirakan bahwa penyebarannya membahayakan dan dampaknya bisa mematikan. Dikutip dari laman World Health Organization (WHO), who.int, pada 31 Desember 2019, pemerintah China telah menginformasikan pada lembaga kesehatan dunia tersebut tentang berkembangnya kasus sejenis pneumonia di kota Wuhan, provinsi Hubei, China. 

Saat itu pemerintah China menyampaikan pada WHO, mereka telah melakukan berbagai hal untuk menekan penyebarannya. Mulai dari memberikan perawatan kepada pasien, mengisolasi kasus baru, mengidentifikasi pasien, melakukan pelacakan kontak dengan konsisten, hingga melakukan penilaian lingkungan di pasar besar, dan menyelidiki patogen penyebab wabah. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut