Olok-olok Risma Berujung Penjara
- VIVAnews/Nur Faishal
VIVA – Perempuan berkerudung abu-abu itu menahan isak tangis. Sesekali matanya menatap kamera, sesekali menunduk. Meski sebagian wajahnya ditutup masker, raut wajah gundah samar terlihat.
Zikria Dzatil, perempuan berusia 43 tahun itu kini berurusan dengan penjara. Ibu rumah tangga itu ditangkap di rumahnya di Bogor, Jawa Barat. Postingannya di media sosial dianggap menghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi viral dan akhirnya dilaporkan langsung oleh Risma ke polisi. Risma mengaku sangat terhina dengan postingan Zikria.
Di kantor polisi Zikria tak mampu menahan isak. Ia mengaku tak ada motif apa-apa dengan status yang ia unggah. Suaranya tertahan, dan berulangkali tercekat. Ia mengaku tak tahu, postingan itu menjadi viral. Dan baru tersadar setelah ribuan orang yang marah dengan unggahannya memberi komentar dengan kasar dan mengancam.
Sementara di Surabaya, sejumlah aksi demonstrasi juga digelar. Warga Surabaya yang marah karena wali kota mereka dihina meminta polisi mengusut Zikria dan menangkapnya. Menurut mereka, apa yang dilakukan oleh Zikria adalah penghinaan yang sangat keterlaluan.Â
Tak cukup hujatan dan cercaan di facebook, juga demonstrasi warga Surabaya yang marah. Unggahan Zikria itu akhirnya dilaporkan secara resmi ke polisi oleh Risma yang dikuasakan melalui Kepala Biro Hukum Pemerintah Kota Surabaya pada Selasa, 21 Januari 2020.
"Sebetulnya, kemarin, alasan saya lapor, pertama, terus terang itu pribadi saya. Kalau saya [disebut] kodok, maka orang tua saya kodok. Saya tidak ingin orang tua saya direndahkan. Kedua, ada dorongan dari masyarakat [agar melapor]. Tapi [laporan] itu saya pribadi," kata Risma di rumah dinasnya di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 5 Februari 2020.
Zikria tak menduga, unggahannya itu akan berakhir petaka. Kini ia hanya pasrah, sementara dinginnya tembok penjara sudah terpampang di depan mata.Â
"Tidak ada kepikiran bahwa akan jadi seperti ini. Ya inilah dunia maya, tidak ada yang bisa menolong diri kita sendiri. Saya berusaha untuk kuat. Saya hadapi semua ini. Bismillah, saya berdoa. Semoga bunda Risma dan seluruh warga Surabaya bersedia memaafkan saya," ujarnya saat diwawancara oleh tvOne.