Baru Bangkit, Nepal Dihajar Gempa Lagi
Jumat, 15 Mei 2015 - 00:24 WIB
Sumber :
- REUTERS/Adnan Abidi
VIVA.co.id
tim gabungan SAR asal Indonesia juga aman.
"Sejauh ini, anggota tim aman. Kami pindah posko ke arah luar kota yang berjarak 20 menit dari Kathmandu Guest House (KGH). Aliran listrik di sini telah diputus," kata Hernawan.
Dia menjelaskan tim dari Kemlu yang berada di Nepal berjumlah 6 orang. BBC melaporkan akibat gempa kedua ini, setidaknya telah menewaskan empat orang. Namun, belum diketahui jumlah korban yang mengalami luka.
Mabes Polri kirim tim DVI
Kepolisian Republik Indonesia memberangkatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri ke Nepal, guna melaksanakan misi kemanusian akibat gempa.
Menurut Divisi Hubungan Internasional Polri Kombes Pol Khrisna Murti, dua anggota Tim DVI Polri yang akan diberangkatkan ke Nepal ialah Kompol dr. Eko Yunianto, dan Kompol dr. M. Faizal.
Keduanya akan bergabung dengan Kemenlu dan tim DVI International untuk melakukan pencarian tiga pendaki Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang akibat gempa dahsyat di April.
"Kami akan melakukan pencarian prioritaskan WNI yang belum ditemukan," ujar Khrisna, di Gedung TNCC, Mabes Polri.
Dalam melakukan misi kemanusiaan tersebut, Krishna mengatakan, Tim DVI Polri dibekali dengan pelaratan dan data-data ante mortem tiga WNI atas nama Alma Parahita, Kadek Andana, dan Jeroen Hehuwat yang saat ini masih belum ditemukan keberadaannya.
"Tim dari DVI yang hadir di sana membawa data properti (pakaian), data medis dan sample DNA WNI itu," katanya.
Nantinya, Tim DVI Polri akan berkordinasi dan bekerja sama dengan tim forensik setempat dan Interpol guna melakukan identifikasi WNI tersebut.
Rencananya, kegiatan misi kemanusian ini akan dilakukan kurang lebih dua minggu di Nepal.
Tetapi, tidak menutup kemungkinan kegiatan ini bisa saja akan diperpanjang, tergantung situasi dan kondisi dari Kemenlu.
"Sejauh ini, anggota tim aman. Kami pindah posko ke arah luar kota yang berjarak 20 menit dari Kathmandu Guest House (KGH). Aliran listrik di sini telah diputus," kata Hernawan.
Dia menjelaskan tim dari Kemlu yang berada di Nepal berjumlah 6 orang. BBC melaporkan akibat gempa kedua ini, setidaknya telah menewaskan empat orang. Namun, belum diketahui jumlah korban yang mengalami luka.
Mabes Polri kirim tim DVI
Kepolisian Republik Indonesia memberangkatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri ke Nepal, guna melaksanakan misi kemanusian akibat gempa.
Menurut Divisi Hubungan Internasional Polri Kombes Pol Khrisna Murti, dua anggota Tim DVI Polri yang akan diberangkatkan ke Nepal ialah Kompol dr. Eko Yunianto, dan Kompol dr. M. Faizal.
Keduanya akan bergabung dengan Kemenlu dan tim DVI International untuk melakukan pencarian tiga pendaki Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang akibat gempa dahsyat di April.
"Kami akan melakukan pencarian prioritaskan WNI yang belum ditemukan," ujar Khrisna, di Gedung TNCC, Mabes Polri.
Dalam melakukan misi kemanusiaan tersebut, Krishna mengatakan, Tim DVI Polri dibekali dengan pelaratan dan data-data ante mortem tiga WNI atas nama Alma Parahita, Kadek Andana, dan Jeroen Hehuwat yang saat ini masih belum ditemukan keberadaannya.
"Tim dari DVI yang hadir di sana membawa data properti (pakaian), data medis dan sample DNA WNI itu," katanya.
Nantinya, Tim DVI Polri akan berkordinasi dan bekerja sama dengan tim forensik setempat dan Interpol guna melakukan identifikasi WNI tersebut.
Rencananya, kegiatan misi kemanusian ini akan dilakukan kurang lebih dua minggu di Nepal.
Tetapi, tidak menutup kemungkinan kegiatan ini bisa saja akan diperpanjang, tergantung situasi dan kondisi dari Kemenlu.
Di Nepal, Pangeran Harry Disambut Lima Perawan
Salah satu gadis muda ini mengaku bahagia bertemu dengannya.
VIVA.co.id
21 Maret 2016