Baru Bangkit, Nepal Dihajar Gempa Lagi

Kondisi Nepal usai diguncang gempa beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • REUTERS/Adnan Abidi

img_title Lagi, Nepal Diguncang Gempa 5,7 SR

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guncangan terasa hingga India
img_title Puing Helikopter AS yang Hilang di Nepal Ditemukan


img_title Laporan Donasi CR7 untuk Korban Gempa Nepal Disangkal
Dikutip oleh Reuters, guncangan kuat akibat gempa dahsyat kedua Nepal itu terasa juga di New Delhi, India, serta Dhaka yang merupakan ibu kota Bangladesh. Warga di kota Siliguri, India, melaporkan ada beberapa bangunan yang runtuh akibat gempa.

"Gempa terbaru membuat kami terguncang. Saya masih gemetar," kata pejabat Sindhupalchowk, Diwakar Koirala. Sementara itu, di Kathmandu orang-orang langsung berlarian ke luar ke jalan-jalan.

Para orangtua terlihat memeluk erat anak-anak mereka, tidak sedikit yang keluar tanpa sempat berpakaian karena panik. Sebagian besar langsung menelepon, untuk mencari kabar tentang keluarga mereka.

Bagian reaksi berantai

Gempa berkekuatan 7,4 SR tersebut disebut-sebut merupakan bagian dari reaksi berantai. "Gempa-gempa besar kerap kali diikuti dengan gempa berikutnya, kadang sama besar dengan yang pertama," kata Carmen Solana, vulkanologis dari Universitas Porthsmouth, Inggris.

Carmen, yang dikutip laman Channel News Asia, Rabu 13 Mei 2015, mengatakan gerakan yang dihasilkan gempa pertama, menambah tekanan pada patahan lain dan mengakibatkan ketidakstabilan.

"Itu reaksi berantai," kata Carmen. Gempa pada Selasa, terjadi pada 76 kilometer sebelah timur Ibu Kota Kathmandu, disusul dengan gempa berkekuatan lebih rendah setengah jam kemudian.

Sementara gempa 25 April, terjadi di sebelah barat Kathmandu. Namun, kedua peristiwa terjadi pada patahan yang sama, di mana lempeng India dan Eurasia bertemu, bertabrakan dan saling mendesak.

"Sejak gempa pertama, April, gempa susulan telah bermigrasi ke arah tenggara," kata Nigel Harris, profesor tektonik di Universitas Terbuka Inggris.

Ilmuwan mengatakan gempa pada 25 April dan 12 Mei terjadi dekat permukaan, yang mengakibatkan guncangan lebih besar daripada gempa di lokasi yang lebih dalam.

Tak ada WNI jadi korban

Menurut informasi dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima VIVA.co.id hari ini melalui pesan pendek, tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban dari gempa susulan tersebut. Data yang dimiliki Kemlu RI menyebut saat ini terdapat 23 warga Indonesia yang menetap di Nepal dan 15 orang WNI yang tengah berkunjung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Pejabat dari Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia dari Kemlu RI, Hernawan Bagaskoro Abid, melalui pesan pendek mengatakan kepada
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut