Gerai CD Berguguran, Saatnya Era Digital?
- VIVA / Ichsan
![]()
Bens Leo, pengamat musik.
Bens mengaku terkejut melihat kenyataan Disc Tarra tidak mampu bertahan dan akhirnya tutup. Padahal, beberapa hari lalu, ia masih sempat mengunjungi salah satu gerai Disc Tarra yang ada di Pondok Indah. Kala itu, Disc Tarra menggelar diskon besar-besaran. Cara itu ia nilai ampuh menarik pembeli datang, tapi entah kenapa, Disc Tarra kini memilih tutup.
"Lumayan kaget dengarnya, soalnya kemarin masih main ke tokonya yang di Pondok Indah. Saat itu ramai, karena ada diskon besar, dan memang saat itu, ada produk musik yang saya cari," katanya, Jumat, 1 Januari 2016.
Namun, Bens optimistis, ini bukan akhir dari Disc Tarra. Ia percaya, suatu saat toko CD itu akan bangkit kembali. Ia bahkan sempat membaca dalam website resmi Disc Tarra bahwa mereka akan menjalankan toko yang lebih aktif, sehingga bukan lagi menjual CD semata.
"Saya yakin mereka kembali. Saya pernah baca mereka akan buat hal lain yang lebih ke arah lifestyle," ujarnya.
Jadi, dia menambahkan, mereka akan menyediakan seperti salon atau kafe. Nantinya, pembeli bisa melakukan aktivitas lain, bukan hanya membeli CD. "Tapi, sudah terlaksana atau belum, saya kurang tahu," tuturnya.
Sayangnya, saat kami cek per 1 Januari 2016, ternyata situs resmi milik Disc Tarra sudah tidak bisa diakses.
Bens yakin, mati surinya Disc Tarra dan toko ritel musik lain, bukan tanda rontoknya penjualan album fisik. "Tidak akan hilang penjualan album fisik, karena itu identitas dan kebanggaan musisi," ujar mantan wartawan musik itu.
Ia kurang sepakat kalau dikatakan penjualan musik digital yang menjadi penyebab matinya toko-toko CD. Menurut dia, masing-masing platform memiliki penggemar sendiri.
Perlu aturan tegas
Piyu, gitaris band Padi, ikut meyayangkan tutupnya Disc Tarra. Menurut dia, kondisi ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Tapi, telah menjadi fenomena di negara lain, perlahan tapi pasti, toko-toko CD mulai gulung tikar.
"Menyayangkan, soalnya saya ini termasuk kolektor, tapi kemarin di Singapura, di sepanjang jalan Orchard, saya lihat juga sudah tidak ada toko CD buka," kata Piyu.
Jika dikatakan saat ini negara menuju penjualan musik secara digital, Piyu melihat Indonesia belum siap memasuki era itu. Ada banyak faktor yang membuat pria Surabaya ini berkata demikian.