Siapkah Jakarta Diterpa Angin 'Ribut' dan Hujan Lebat?
- Twitter @TMCPoldaMetro
Kepala Bidang Humas Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar M. Iqbal menjelaskan, meski roboh terkena angin puting beliung, tidak ada korban akibat peristiwa ini. "Tidak ada korban jiwa, atau ranmor (kendraan bermotor)," ujar Iqbal.
Tak hanya itu, siklus tahunan ini membuat jalan Tol Jakarta-Cikampek di kilometer 34, Cikarang arah Cawang kena imbasnya. Banjir setinggi 50 senti masuk ke dalam jalan bebas hambatan tersebut.
Tak diduga-duga, banjir ini masuk ke jalan dan membuat arus lalu lintas macet parah dari Minggu sore hingga Senin dini hari.
Juru Bicara Jasa Marga, kantor cabang Jakarta-Cikampek, Iwan Abrianto mengatakan, banjir ini disebabkan limpahan air dari kawasan industri Lippo Cikarang. Air tersebut mulai menggenangi tol sekitar pukul 15.00 WIB.
Iwan menambahkan, akibat banjir tersebut, dua jalur lambat tol Jakarta-Cikampek ke arah Cikampek, tak bisa dilalui sepanjang 200 meter, sehingga kemacetan panjang sempat terjadi mulai dari KM 33 arah Cikampek.
Antisipasi
Ibu kota Jakarta, sebagai daerah yang paling disorot dalam hal banjir, membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berbenah diri dari tahun ke tahun.
Untuk tahun ini, Ahok sapaan Basuki sudah memeriksa seluruh pompa-pompa air, agar bisa menyalurkan saat tengah pasang.
Ahok mengatakan, Kadis Tata Air saat ini, Teguh Hendrawan, harus segera memperbaiki mesin pompa yang rusak. Menurutnya, mesin pompa rusak, karena dipaksa menyedot saat sampah menyumbat, sehingga menyebabkan baling-baling pompa rusak dan berimbas pada terbakarnya trafo.
Namun, jika sudah tak bisa diperbaiki, Ahok meminta Dinas Tata Air untuk membeli mesin baru dengan menggunakan anggaran tak terduga (gelondongan) pada APBD.
"Saya orang tambang. Tahu. Kalau pompa kamu menghisap sampah, baling-baling pompa kamu macet," ujar Ahok.
Meski demikian, Ahok memastikan kerusakan pompa tidak akan terlalu berpengaruh pada upaya antisipasi banjir Jakarta di 2016, karena pompa yang berada di lokasi lain tidak mengalami kerusakan.
Ahok mengklaim, pada hujan deras yang mengguyur Jakarta dalam dua minggu terakhir, genangan terbukti lebih cepat surut.
"Kita tes hujan beberapa kali, (penanganan genangan) cukup baik. Ini (kerusakan pompa) masalah peninggalan lama, lagi dibereskan," kata Ahok. (asp)