Pemerintah Cabut Sanksi Bagi PSSI, Apa Dampaknya?
- ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Mereka tidak mengakui keberadaan Tim Sembilan, dan enggan mengakui hasil evaluasi yang disodorkan. Tak terima dengan pembangkangan tersebut, akhirnya tepat saat PSSI melakukan KLB, Menpora menebitkan SK Nomor 01307. Perang pun berlanjut. La Nyalla yang terpilih sebagai Ketua Umum melakukan perlawanan melalui jalur hukum mulai dari tingkat PTUN, PTTUN, hingga Mahkamah Agung.
Jalur hukum tak menyelesaikan persoalan. Sebab,Menpora tidak mau menerima begitu saja putusan tersebut. Mereka bergeming untuk mencabut sanksi kepada PSSI. Hingga akhirnya dicabut pun, dikarenakan adanya pertimbangan-pertimbangan lain, yakni permintaan KLB dari para pemegang suara.
Namun, apakah masalah akan selesai dengan adanya desakan mayoritas pemegang suara meminta KLB? Sebab, dalam prosedur digelar KLB tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih masih ada sebagian anggota PSSI yang berpihak kepada kepengurusan La Nyalla.
Hal itu pula yang disadari oleh mantan anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2015-2019, Gusti Randa. Pria yang baru saja mengundurkan diri karena sempat memunculkan wacana KLB itu membayangkan sulitnya mewujudkan keinginan Kelompok 85.
"Tidak ada (tekanan). Saya kira saya harus meminimalisasi kegaduhan itu (soal isu KLB), saya tidak mau masuk ke wilayah tertentu yang bisa membuat kegaduhan. Kemarin kan saya sudah katakan, KLB itu bukan hal yang haram. Tapi, untuk menjalankan KLB itu tidak mudah," kata Gusti.
Tuntutan Terhadap PSSI Baru
Andai KLB jadi digelar, dan kepengurusan PSSI baru terbentuk, pekerjaan berat menanti mereka. Setahun lebih tanpa aktivitas, kinerja organisasi banyak yang terhambat, terutama masalah pembinaan. Tim nasional Indonesia terakhir kali bisa mencicipi kejuaraan level internasional ialah di SEA Games Singapura 2015 lalu.
Bukan hanya penggemar yang sudah rindu menyaksikan pemain idola mereka bertanding di tingkat internasional. Pemain pun memiliki rasa kerinduan yang sama, salah satunya ialah gelandang Timnas U-23 di SEA Games Singapura 2015 lalu, Adam Alis Setyano.
"Pasti mau lihat timnas tampil lagi di pentas internasional. Sebagai pemain, kami punya semangat untuk berlaga di atas lapangan. Ada tujuan, yaitu masuk timnas. Saya juga berambisi untuk masuk timnas di Piala AFF nanti," ujar Adam.