Pengakuan Samar Menteri Dirumorkan Orang Amerika
- VIVA.co.id/Fikri Halim
VIVA.co.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Archandra Tahar, diterpa rumor tak nyaman dalam tiga pekan pertama menjadi pembantu Presiden. Dia dikabarkan memiliki dua paspor sekaligus kewarganegaraan, yakni Indonesia dan Amerika Serikat.
Kabar itu awalnya menyebar melalui aplikasi percakapan WhatsApp pada Sabtu, 13 Agustus 2016. Dalam pesan itu disebutkan bahwa dia sebelum mendapatkan paspor Amerika, telah mengurus paspor Indonesia di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Houston.
Archandra awalnya tak menjawab dengan lugas tentang kabar itu ketika ditemui wartawan di Istana Negara pada Sabtu. Dia malah menanggapinya dengan berlelucon bahwa wajahnya tulen orang Padang, yang merujuk pada identitas Minangkabau, etnis mayoritas di Sumatera Barat. "Lihat muka saya, apa. Muka orang Padang begini, kok.” Padahal masalah yang ditanyakan ialah status kewarganegaraan, bukan soal tampang.
Dia mengulangi pernyataan serupa dengan mengakui pernah kuliah strata dua dan strata tiga di Amerika Serikat sejak tahun 1996. "Saya orang Padang asli. Istri saya juga orang Padang. Bahasa Indonesia saya masih medok Padang. Cuma kuliah S2 dan S3 di Amerika Serikat,” katanya kepada wartawan di kantornya Jakarta pada Minggu.
Pria kelahiran 10 Oktober 1970 itu menyinggung sedikit soal kewarganegaraannya tetapi tak lugas tentang desas desus paspor Amerika-nya. “Sampai saat sekarang, saya masih memegang paspor Indonesia. Paspor Indonesia saya masih valid.”
Archandra tak blak-blakan ketika dicecar lagi soal rumor masih memiliki paspor Amerika. “Proses-proses yang berkaitan di sana sudah saya kembalikan semua. Itu sudah dikembalikan,” katanya, tanpa merinci maksud kalimat itu. Dia mempersilakan pers untuk mengonfirmasinya kepada lembaga berwenang, yakni Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.
Dia mengaku santai menanggapi kabar memiliki dua kewarganegaraan itu. Lagi pula, dia berterus terang memang terpanggil untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. “Sebagai seorang manusia, sebagai orang yang ingin belajar, 20 tahun saya di negeri orang, dan ini saatnya saya mengabdi untuk rakyat Indonesia,” katanya.
Paspor Indonesia
Presiden Joko Widodo menolak menjelaskan langsung tentang rumor itu. Kepala Negara malah meminta Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menyampaikan kepada wartawan saat ditemui seusai perayaan Hari Ulang Tahun ke-55 Pramuka di Bumi Perkemahan, Cibubur, Jakarta, pada Minggu, 14 Agustus 2016.