Menguak 99 Anak Korban Paedofil Gay

Demo tolak kekerasan seksual.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id –Belum lama ini, Kepolisian RI membongkar jaringan prostitusi kaum gay yang melibatkan anak-anak sebagai korbannya di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasus penjaja seks anak ini semakin menambah daftar panjang kasus kekerasan seksual anak yang terjadi di Indonesia.

img_title Jasa Prostitusi Seks Menyimpang di Kalibata City Terungkap

Sekalipun Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang (Perppu) terkait pemberatan pidana dan hukuman tambahan bagi predator seks anak, namun, Perppu itu sepertinya belum memberikan efek jera pelaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini terungkap oleh Tim Sub Direktorat Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tippid Eksus) Badan Reserse Kriminal Polri. Tim Bareskrim Polri menangkap pelaku AR (41) di sebuah hotel di Jalan Raya Puncak km 75, Cipayung Kabupaten Bogor Jawa Barat, Selasa, 30 Agustus 2016.

img_title Muncul Grup Facebook Kelompok Prostitusi Gay di Depok

Saat ditangkap oleh Kepolisian, AR yang diduga sebagai muncikari, datang dengan enam anak laki-laki di bawah umur dan satu lelaki berusia 18 tahun. Empat anak diketahui masih sekolah, dua anak lainnya sudah putus sekolah.

Polisi menemukan seragam sekolah di dalam tas milik salah seorang anak laki-laki itu. Polisi mengamankan 4 unit ponsel genggam pelaku dengan simcard, buku tabungan, 1 unit ponsel genggam korban.

img_title Polisi Bebaskan 51 Orang yang Terciduk di Pesta Seks Gay

Sehari berselang, pada Rabu malam, 31 Agusutus 2016, Tim Bareskrim Polri kembali menangkap dua pelaku lainnya di kawasan Ciawi, Bogor, masing-masing berinisial U (muncikari) dan E (pelanggan). Polisi menduga, dua pelaku yang ditangkap di Ciawi ini masih terkait dengan penangkapan AR di Puncak, Bogor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita terus bekerja untuk mengungkap ini sampai jaringannya, saya ingin menemukan skup-nya yang lebih luas dari AR, U dan E. Karena diketahui ini hasil analisa dari data dan informasi yang kita peroleh masih ada yang lain," kata Agung Setya di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis 1 September 2016.

Dari hasil pemeriksaan AR terungkap bahwa korban atau anak asuh dari pelaku praktik prostitusi untuk pasangan sesama jenis ini telah teridentifikasi sebanyak 99 anak. Mereka rata-rata berusia 13 hingga 15 tahun ke bawah. Korban kebanyakan berasal desa-desa yang tidak jauh dari wilayah Puncak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut