Senjata Baru KPPU Jerat Honda-Yamaha
- Blogotive.com
"Kalau naiknya itu lebih dari dua kali, pasti ada apa-apa. Kalau ada external shock taruhlah misalkan ada logam melambung tinggi, tapi masa sampai beberapa kali. Memang ada berapa banyak external shock di pasar,” kata dia.
Tim investigator berjanji bakal terang-terangan membuka persekongkolan kedua produsen dalam mengatur harga skutiknya. Bahkan, katanya, ada pabrikan yang menaikkan harga motor sebanyak lima kali pada periode 2013-2014.
"Ada dalam laporan dugaan kita, dalam satu tahun periode itu terjadi kenaikan. Kenaikannya di atas dua kali, jadi skutik ini banyak mereknya ya, bahkan satu merek ini ada sampai lima kali kenaikan," kata Helmi.
KPPU sejauh ini masih konsisten terhadap tudingannya bahwa ada praktik kartel yang dilakukan Yamaha dan Honda. Apalagi sejumlah produsen motor lainnya tak menaikkan harga meski ada beberapa yang mempengaruhi seperti komponen naik, perubahan mata uang dan naiknya upah buruh.
"Saksi-saksi bilang dia hanya sekali dan juga ada yang bilang minimal dua kali. Dari situ saja kita sudah melihat, oh betul pada dasarnya pasar ini stabil dan enggak bergejolak seperti apa yang dinyatakan mereka (Yamaha-Honda)," ungkapnya.
Helmi mengatakan, pihaknya ingin kasus dugaan kartel skutik segera terang benderang. Hal itu bertujuan untuk membuka mata masyarakat bahwa kenaikan harga motor lebih dari dua kali adalah tidak wajar, bahkan harga skutik yang dipatok Rp14 juta juga tidak sehat.
"Ketika mereka menaikkan bersamaan, konsumen berpikir ini dari sananya, karena yang banyak di pasar produk mereka. Karena pesaingnya juga sedikit masyarakat jadi enggak aware (peduli)," katanya.
Keyakinan KPPU dipertanyakan
Terkait pernyataan KPPU yang menyebut makin percaya jika adanya kartel, Assistant General Manager (GM) Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Mohammad Masykur, bersuara. Langkah Suzuki yang hanya menaikkan harga skutiknya satu kali pada 2014 dianggap merupakan pilihan tepat bagi mereka, begitu pun dengan TVS melalui Dazz.
Sementara Yamaha, kata dia, menaikkan harga memang sudah menjadi pilihan terakhir terkait naiknya biaya listrik, kenaikan harga BBM, sejumlah komponen, hingga biaya produksi.