Wiro Sableng Goes to Hollywood

Wiro Sableng 212
Sumber :
  • instagram.com/vinogbastian__

Terus berusaha, sampai saat ini Yayan masih mengupayakan pembangunan karakter silat yang cocok untuk Wiro Sableng.

img_title Cerita Haji Malih Adu Akting dengan Vino G Bastian di Menolak Talak

Wiro Sableng 212 sejauh ini masih dalam tahap praproduksi. Tim masih melakukan perbaikan naskah dan persiapan lainnya. Film yang rencananya akan mengambil banyak lokasi di Indonesia, terutama Jawa Barat, ini baru akan mulai syuting pada Agustus 2017 mendatang. Selain karena akan mengangkat tokoh fiksi populer, film ini jadi sorotan lantaran jadi proyek film Indonesia pertama yang dikerjakan Fox International Productions.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Film Lokal Rasa Hollywood

img_title Viral Wiro Sableng Ditangkap Polisi

Film ini sudah jadi sorotan dunia setelah mengumumkan kerja samanya dengan studio besar Hollywood, Fox International Productions. Media hiburan Barat, seperti Variety dan Screendaily memberitakan kabar ini. Proyek Wiro Sableng 212 disebut-sebut sebagai film pertama yang digarap FIP di Indonesia.

Kerja sama Lifelike Pictures dan FIP tentu makin menambah seksi proyek ini. Tomas Jegues, Presiden FIP, mengungkapkan bahwa ia sangat tertarik dengan kekayaan lokal Indonesia. Tomas juga langsung tahu akan dibawa ke mana film ini nantinya secara komersial.

img_title Ahmad Rifai, Pengacara yang Terjun Jadi Produser Film

Keterlibatan FIP dalam Wiro Sableng 212, dijelaskan Tomas, akan membantu terkait teknis yang memerlukan expertise Hollywood yang juga disesuaikan dengan kebutuhan Lifelike Pictures. Pihak FIP juga akan turun tangan dalam pendistribusian film ini di Indonesia dan tak menutup kemungkinan ke negara lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Fox akan mem-propose technical advisor yang mana technical advisor kita orang Indonesia, bisa berdiskusi dengan technical advisor yang sudah menjadi veteran di Hollywood. Jadi veteran Hollywood, artinya dia bagian dari Fox sehingga dia punya banyak resources. Jadi kita akan cari negara mana yang teknologi CGI-nya mumpuni tapi cost-nya enggak semahal Amerika, karena Amerika kan mahal sekali. Jadi mumpuni tapi secara biaya juga masih masuk ke budget kita. Tentunya juga akan melibatkan kreator-kreator lokal," jelas Lala.

Bekerja sama dengan studio besar Hollywood tentu memakan dana yang tak sedikit. Sang produser tak ingin merinci berapa yang dikeluarkan demi membangkitkan kembali Wiro Sableng ini. Yang pasti, dananya jauh di atas US$2 juta atau Rp26 miliar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut