Wiro Sableng Goes to Hollywood
- instagram.com/vinogbastian__
Disukai masyarakat Indonesia sejak dahulu, Wiro Sableng juga sukses ketika naik ke layar kaca. Tayang di sebuah stasiun TV Swasta, Herning Sukendro alias Ken Ken didapuk sebagai pemeran Wiro Sableng ini. Mengangkat sinetron kolosal, Wiro Sableng menampilkan aksi laga dan efek visual yang mumpuni pada masanya. Ditambah alur cerita, dialog, dan akting para pemainnya, sinetron ini seolah jadi sinetron yang tak bisa dilewatkan.
Di awal tahun 2016 lalu, gagasan proyek adopsi Wiro Sableng ke layar bioskop jadi wacana yang menggairahkan. Vino G Bastian langsung didapuk sebagai aktor utamanya. Tak ada penyangkalan, karena Vino dianggap sebagai pilihan terbaik untuk bisa mengangkat lagi karakter yang diciptakan ayahnya.
Cukup lama sunyi kabar perkembangannya, kemarin, Kamis, 9 Februari 2017 di J.S Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, tim produksi Wiro Sableng 212 akhirnya umumkan kabar gembira. Pemain, sutradara, produser, dan juga bocoran konsep filmnya jadi bakal bara api yang siap menyulut semangat kemajuan industri perfilman Indonesia.
Dijamin Lebih Seru
Pengumuman film Wiro Sableng 212 ini tentu memantik rasa penasaran masyarakat. Sheila Timothy selaku produser film ini menjelaskan, Wiro Sableng 212 nantinya akan lebih mengangkat romantisme dari buku aslinya. Namun, sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko, punya visi yang cukup berbeda untuk memberikan film ini sentuhan-sentuhan modern.
"Karakter tidak berubah, tetap klasik. Tapi, visinya Angga ini luar biasa sekali. Pastinya nanti trik kamera, terus kemudian warna, dan lain sebagainya akan memberikan kebaruan. Kostum dan lain sebagainya. Yang jadi suatu hal yang pasti (adalah) memberikan kejutan buat penonton," kata Sheila atau yang akrab disapa Lala menjanjinkan.
Angga juga menambahkan soal konsep film yang akan ia garap ini nantinya.
"Kita mau tetap bawa elemen romantismenya. Secara periode waktu ini akan sesuai sama bukunya. Tapi bagaimana kita mentranslate universe buku ke gambar visual, kita akan pendekatan yang lebih current, kekinian. Kayak tadi pas denger musiknya kan pake distorsi, ada trancenya, tapi enggak hilang bahwa ada nuansa tradisi, periodenya, ada suara etniknya. Nanti konsep yang dibangun sama production designer detail-detail wardrobe, dan lain-lain itu luar biasa banget, akan jadi representasi nusantara," terangnya.