Bom Cicendo Bandung, Teror Gagal Jaringan Lama
- ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Segera sesudah pelaku dilumpuhkan, polisi menyisir kantor kelurahan untuk memastikan tidak ada bahan peledak tercecer yang bisa mengakibatkan bahaya. Hingga beberapa lama setelah kejadian, warga yang tinggal di sekitar lokasi masih diminta polisi untuk menjauh mengingat lokasi Kelurahan Arjuna, Cicendo merupakan permukiman padat penduduk.
“Sudah tidak ada pelaku lain, kami sudah lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” kata Anton lagi.
Awalnya, Kadiv Humas Polda Jabar Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan diduga ada dua pelaku pengeboman Taman Arjuna. Namun satu orang pelaku diduga kabur dengan menggunakan sepeda motor. Satu orang yang lalu meregang nyawa itu melarikan diri ke kantor kelurahan yang jaraknya sekitar 50 Meter dari taman.
Pelaku yang diidentifikasi mengenakan kaus, celana pendek, berambut ikal dan membawa tas ransel tersebut, berteriak mengancam para pegawai yang sedang bekerja. Para pegawai kelurahan mau tak mau kabur meninggalkan gedung kantor.
Sementara soal jumlah dua orang pelaku ini belum difinalkan polisi. Kapolda Anton Charliyan mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami hal tersebut. Hingga saat ini pelaku teror masih dianggap satu orang.
Untungnya dalam rangkaian teror tiga jam lebih itu, mulai bom taman hingga pembakaran kantor kelurahan, tak ada korban meninggal maupun korban luka. Pelaku, satu-satunya yang tumbang dan tak lama menjemput maut dalam keadaan mengenaskan.
Pemain Lama
Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian yang sedang berada di Surabaya segera merespons aksi terorisme yang terjadi pada akhir bulan Februari itu. Tito mengatakan, si pelaku bukan orang baru dalam dunia terorisme. Pria yang sangat menguasasi penanggulangan terorisme itu mengatakan bahwa pelaku bom Cicendo pernah ditangkap di Aceh beberapa tahun silam. Pada saat itu, Tito masih bertugas di korps elite Densus 88.
“Pelaku sudah kami kenali, pernah berlatih militer di Aceh Besar dan kami tangkap di sana bersama 70 orang lain tahun 2011. Saya sendiri yang pimpin operasinya,” kata Tito di Kampus Universitas Airlangga, Suraba, Jawa Timur, Senin 27 Februari 2017.
Namun setelah dipenjara selama tiga tahun, pelaku bom Cicendo tersebut bergabung dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).