Menyoal Sekolah 8 Jam Sehari Selama 5 Hari
- VivaNews/ Nurcholis Lubis
Namun, dia menilai, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu tidak memperhatikan sisi-sisi lain yang lebih penting. Misalnya ,keilmuan ilmiah maupun fakta dengan lebih komprehensif.
Toha mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi keilmuan ilmiah dan fakta di negeri ini. Pertama, mayoritas penduduk negeri ini adalah Muslim.
"Bagi umat Muslim, hari yang harusnya diliburkan adalah hari Jumat, bukan hari Ahad (Minggu), dan bahkan mau ditambah Sabtu. Seharusnya, hari Jumat, yang merupakan hari yang penting bagi umat Muslim, dan waktu yang ada relatif pendek karena terpotong kegiatan Jumatan. Maka, kenapa justru tidak libur hari Jumat?" kata Toha.
Kedua, lanjut dia, di negeri ini, sejak belum lahirnya negeri ini, sistem pendidikan yang berkembang dan dikelola oleh masyarakat adalah berbentuk pondok pesantren, madrasah diniyah, dan taman pendidikan Alquran yang kegiatannya rata-rata dilaksanakan setelah Zuhur sampai Asar, yang kesemuanya itu telah lama ada dan eksis sampai sakarang.
Bahkan, perannya dalam membantu pemerintah dalam mewujudkan tujuan pendidikan untuk mencerdaskan bangsa dan membentuk generasi yang berkarakter, sangat besar sekali, dan secara formal, lembaga-lembaga itu telah diakui oleh pemerintah sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, dan PP Nomor 55 Tahun 2007.
"Maka, jika sekolah lima hari diterapkan, lembaga-lembaga pendidikan tersebut akan mengalami kemunduran dan bahkan akan tutup secara pelan-pelan, karena selesainya sekolah sudah jam 16.00 dan sampai di rumah, para siswa mungkin sudah jam 17.00, dan mungkin bisa lebih," kata dia.
Ketiga, dengan dikuranginya jumlah hari masuk, hal itu menurutnya berarti jumlah jam setiap hari bertambah, dan ini menuntut tenaga dan biaya yang ekstra.
"Hal ini dapat kita lihat bagaimana kemampuan dan daya tangkap siswa kita, mulai pagi sampai sore diforsir sedemikian rupa. Maka, bagaimana bisa mereka dapat mencerna dan menerima ilmu? Padahal, kemampuan jasmani dan rohani dari anak didik kita sangatlah terbatas. Di sisi lain, jika jumlah jam bertambah, tentunya semua siswa butuh tambahan biaya untuk uang makan siang, dan ini tentu menambah pengeluaran bagi orangtua," lanjutnya.