Menguak Tren Kecantikan Pria Metroseksual
- Pixabay/CC0 Public Domain
Tren kaum berduit yang semakin berkibar dengan munculnya Beckham dan beberapa selebriti dunia, menurut Simpson, pada awalnya banyak dianut kaum gay. Belakangan, kegemaran 'berdandan' dan merawat tubuh itu banyak dianut dengan alasan kesehatan dan tuntutan profesi.
Di Indonesia sendiri tren ini sudah terlihat, Aldo Akira salah satu Make-up Artis ternama mengatakan demikian. Menurutnya saat ini banyak kaum pria yang 'melek make-up'.
"Saya banyak memiliki klien make-up pria mulai dari pejabat, pengusaha, artis, umumnya mereka semua mau dirias biasanya untuk keperluan khusus," ujar Aldo.
Tak hanya itu, selebriti Indonesia pria juga banyak yang melek make-up, misalnya dalam akun instagramnya @Aldoakira yang banyak dari kalangan selebrtiti pria.
"Beberapa selebriti Tanah Air banyak yang melakukan make-up tatto seperti sulam alis, sulam bibir dan itu sah-sah saja asal pede dan dilakukan di tempat yang bermutu dan terpercaya," ujarnya
Selain itu, ia menambahkan bahwa banyak yang sudah mengerti tentang make-up dan kebersihan diri sehingga mereka nyaman dengan sebutan metroseksual.
Selanjutnya (Alasan pria datang ke klinik kecantikan)
Alasan pria datang ke klinik kecantikan
Merebaknya tren metroseksual ini juga ditandai dengan maraknya penggunaan media sosial yang memengaruhi pandangan masyarakat akan penampilan yang cantik atau menarik.
Menurut penuturan Dr Adri Dwi Prasetyo, seorang ahli dermatologi, pada 5-10 tahun lalu, pasien yang datang ke dokter estetika didominasi usia 40-50 tahun. Tapi sekarang, pasien yang datang semakin muda usianya.
"Banyak pasien yang datang berusia di bawah 20 tahun. Bahkan ada yang masih berseragam SMA. Yang paling ekstrem ada juga yang masih SMP," ujarnya kepada VIVA.co.id beberapa waktu lalu.
Adri membenarkan bahwa dorongan kebutuhan dan tren yang menjadi alasan utama para pasien datang ke dokter estetika. Tidak sedikit pula pasien muda yang datang dengan alasan ingin mengubah penampilan seperti foto yang dilihatnya di Instagram. Mereka melihat foto-foto para selebriti yang cantik dan terdorong ingin memiliki penampilan yang sama.
Meski demikian, tidak semua pasien muda datang karena pengaruh media sosial. Adri sendiri pernah melakukan tindakan pada anak usia 12 tahun karena satu kasus spesial.