Belajar dari Kasus Penyerangan Anjing Pitbull
- Pixabay
Anjing hewan yang bersahabat, namun tetap berpotensi untuk menyerang. Karenanya perlu pemahaman jika terjadi cedera akibat penyerangan.
Sebelum akhirnya ditangani secara medis, cedera akibat gigitan anjing, dapat segera ditangani dengan penanganan pertama. Sebab, gigitan yang tidak ditangani segera, memicu perdarahan banyak dan infeksi.
"Yang harus kita ketahui apakah anjing itu sudah bebas rabies atau belum," ujar Laksmi.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa anjing yang sudah terdomestikasi atau yang sudah biasa dipelihara jarang menggigit, kecuali dia sedang merasa terancam atau memang sengaja ditingkatkan agresivitasnya (misal sedang latihan anjing).
Berikut ini langkah dan pertolongan pertama yang dianjurkan dr Laksmi jika digigit anjing.
1. Tempatkan handuk bersih di atas cedera untuk menghentikan pendarahannya
2. Usahakan untuk meninggikan area kaki yang cedera.
3. Bersihkan area gigitan anjing dengan sabun dan air mengalir
4. Pasang perban steril pada area luka. Kemudian tunggu hingga pemberian obat dari dokter.
5. Jika diberikan salep, oleskan salep antibiotik pada area luka setiap hari agar mencegah infeksi.
Jika diperkirakan anjing terkena rabies, ini langkah awal penangannya.
1. Segera cuci luka dengan air mengalir serta menggunakan sabun atau detergen.
2. Kemudian segera bawa ke pusat kesehatan atau rabies center untuk pemberian vaksin anti rabies (VAR).
3. Lanjutkan terus pengobatan dengan melakukan pemeriksaan. Karena masa inkubasi rabies lama, sehingga perlu waktu 2 minggu untuk melihat hasil suntikan vaksin, apakah ada gejala-gejala seperti rabies (gejala khasnya takut air dan cahaya).Â
4. Jika positif, maka harus kembali diulang pemberian vaksinnya selama 4 tahapan (mulai nol lagi, hari ke-7, hari ke-14 dan diberi vaksin booster pada hari ke-60).
5. Akan lebih baik jika ditambah dengan pemberian serum anti rabies (SAR).Jika mengikuti tahapan tersebut, peluang sembuhnya tinggi karena memotong jalur virus ke otak.