Mewarisi Roh Komedi Warkop DKI
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Kita sekaligus juga memberi apresiasi kepada mereka dan sekaligus mempromosikan Warkop DKI Reborn di kalangan bawah, tapi bukan bukan justru memanfaatkan pasukan oranye, tapi itu emang sasaran Warkop yang kita tuju. Kalau yang pertama kan umum aja. Kalau sekarang kita udah tahu nih respon masyarakat dari kalangan lain dan kita bisa masuk di situ.Â
Indro: Kehancuran film kita itu karena semua bioskop bawah dihancurkan. Sementara, 50 persen kekuatan Warkop itu di (masyarakat) bawah. Sampai dulu pecahnya gedung bioskop. (Kalau Warkop diputar) sampai pakai papan, tangga diisi, duduk di bawah. Ketika kami bikin ini, ada janji dari Falcon, "Saya akan usahakan dari presiden sampai gembel ingat kembali Warkop." Makanya, kita sekarang akan lebih segmented lagi. Kita pecah, kita main di segmen atas dan bawah, kita ada di wawancara TV juga, lalu kita (rangkul) ke bawah juga. Kita menyentuh semua, itu apresiasi kita untuk semuanya.Â
Lalu bagaimana dengan cara promosi film Warkop DKI dahulu, Om?
Dulu enggak ada, paling nobar (nonton bareng). Itu juga paling nyanyi-nyanyi udah.Â
Kalau Tora tadi mengaku belum menonton film Part 2 ini, bagaimana dengan Om Indro dan Vino? Jika sudah, bagaimana menurut kalian sendiri?
Indro: Belum, saya takut kalau nonton offline karena masih ngeraba ini gimana bentukannya. Sejujurnya, nonton film sama wartawan paling enggak enak, karena mereka tuh enggak ngerespons, kan kita jadi deg-degan. Mereka harus kerja, ngerekam enggak boleh. harus nulis, sambil mikir soalnya. Jadi, emang kalau nonton offline itu paling susah, paling garing, karena kan enggak ada musik, enggak ada sound, enggak ada efek. Tapi untuk kali ini, kata mereka (tim) lebih bagus sih katanya.Â
Vino: Nonton secara full enggak, tapi kita ada proses dubbing, Kasino kan paling bawel, jadi saya cukup banyak melihat beberapa bagian film ini. Dari naskah, film yang kedua ini juga udah beda sih. Seperti yang tadi dibilang, di film pertama kita enggak mau kasih penonton banyak-banyak dulu. Kita perkenalan, orang percaya enggak nih kalau Warkop bisa dilestarikan sama 3 orang ini. Kalau kita kasih banyak-banyak entar orang belum percaya, tapi kita udah improve berlebihan, takutnya kan enggak baik.