Mewarisi Roh Komedi Warkop DKI
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Dono gesturnya banyaknya, tangannya main terus kalau di film. Dia paling serius enggak bercanda. Saya pikir dia pengamat sosial politik yang keren. Dia juga dibilang asisten pintar oleh Selo Soemardjan.
Kalau Tora sih kenal istri dan anak saya, keluarga saya, jadi lebih gampang. Yang dua ini nih, udah jadi. Padahal secara fisik jauh banget, hidungnya si Vino nih bisa bakal nulis (beda dengan Kasino), haha.
Kalau Abi bagaimana?
Indro: Saya enggak tahu ya risetnya gimana. Tapi kalau udah riset, dia langsung tanya. Dari sana saya tahu nih anak kaya udah riset. Sebelum masuk dia udah pinter. Kita bahkan di lapangan kerjasamanya mirip dengan Warkop.Â
Orang banyak yang bilang enggak terlalu cocoklah, ya iyalah karena lo udah lihat Tora di Nagabonar, dia udah punya aura dan mungkin karena saya masih ada. Tapi menurut saya, kalau toh iya benar kurang mirip, tapi secara chemistry, semua ada.
![]()
Apa yang kalian lihat dari tokoh Indro?
Tora: Dari dulu sampai kenal gua mempelajari kaset-kaset Warkop. Om Indro yang termuda 8 tahun dari Dono dan Kasino. Kebalikannya, gue 8 tahun lebih tua dari Vino dan Abi. Tapi, kalau di radio kayaknya Om Indro lebih banyak ngomong, nah gue juga mencoba gimana memposisikan gua sebagai yang paling kecil.
Vino: Karena memang pertama kali kita masuk ke keluarga Warkop ini, kita diperkenalkan ke Warkop asli, bukan di film. Kalau yang di film kan, mereka akting. Aslinya tidak seperti itu.Â
Jadi kita diceritain dulu aslinya, Kasino orangnya seperti apa, Om Kasino juga otak manajemennya Warkop, kalau Om Dono dulu lebih ke kreativitasnya. Kalau Om Indro lebih ke penengah karena dia lebih dewasa. Dua orang ini (Dono, Kasino) punya ego masing-masing.Â
Ketika masuk ke komedi, ternyata mereka konsul dulu ke sutradara film, mereka belajar lagi. Ini yang saya masukin ke saya ketika di Warkop. Seperti apa ketika Indro memberi materi lawakannya, lalu harus diambil sama Kasino, korbannya siapa? Dono tapi itulah yang bikin dia banyak dicintai karena dia yang teraniaya dan dia tidak pernah marah. Kalau Kasino suka marah, enggak sabaran, kalau Indro penengah dan sumber masalah sebenarnya dia, hehe.