Mewarisi Roh Komedi Warkop DKI

Warkop DKI Reborn Part 2
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Indro: Waktu itu mereka menganggap komedi itu humor. Salah, kalau masuk komedi itu kalian harus serius, harus konsentrasi, kalau enggak konsentrasi, enggak nangkep humornya di mana. Ketika lagi enggak syuting, kita cari (materi) Warkop apa pun, serius banget, kecuali yang ini ya (menunjuk Tora). Kita sengaja buat itu (syuting) jadi menyenangkan kalau misalnya kelar, kita bercanda ngerjain cameraman segala macem, harus menyenangkan ketika enggak menyenangkan kerjaan kita enggak ikhlas.

img_title Vino G Bastian Akhirnya Main Film Bareng Pevita Pearce, Ini Makna Mendalam Gasigogi

Sempat khawatir enggak lucu?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vino: Pastilah, bahkan kalau kita lihat script-nya itu, kita juga mikir, ini lucu kalau dibawain sama yang asli. 

img_title Tora Sudiro Titip Pesan untuk Andre Taulany dan Amanda Rigby yang Baru Menikah, Singgung Cinta Abadi

Tora: Ada beberapa scene yang menurut Arie Kiting (konsultan komedi film ini) sudah layak tapi kita merasanya kurang. Kayak, "Ri ini dapat enggak sih?" Arie kan lihat struktur komedinya. Kata dia, "Enggak kok cukup cukup." Dia selalu bilang dapet kok dapet. Dia selalu bilang pas, pas, karena dia kan selalu di samping monitor.

Vino: Dan memang cara komedi Warkop itu emang gitu. Misalnya, Tora yang dulu udah pernah di Extravaganza. Dia enggak bisa jadi Tora Extravaganza di sini. Becandaan komedi Warkop emang seperti itu, orang mau bilang lawas ya boleh, ini Warkop DKI. Boleh bandingkan, film pertama (dahulu) dan sekarang (gaya komedinya) itu ada. Karena memang kita ambil dari dulu, cuma kita ubah kita improvisasi. Soal lucu enggak lucu, terserah.

img_title Vino G Bastian Gak Harmonis sama Marsha Timothy di Film Ayah, Aku Mau Cerita

Indro: Ketika kita bilang film komedi itu pemainnya bukan komedian, kalaupun mereka komedian, mereka tetap seorang aktor. Karena mereka harus taat sama skenario, naskah, sutradara. Jadi kalau buat aku sih kemudian, karena mereka bukan pelawak, jadi pasti deg-degan. Waktu gue ditanya, aktornya maunya siapa, kalau mau mirip ya pakai sayembara. Tapi yang gue butuhin, bukan (kemiripan) wajahnya, tapi karakternya. 

Saya selalu mencontohkannya James Bond, orangnya berganti tapi karakternya sama. Walaupun ada 23 persen karakter dia sendiri enggak apa-apa karena kalau 100 persen namanya plagiat, makanya dari awal saya tanamkan dulu 60 atau 70 persen lah minimal, tapi yang saya dapat 85 persen. Saya maunya karakter, orang yang bisa bawakan karakter ini ya mereka, Tora, Vino dan Abi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut