Mewarisi Roh Komedi Warkop DKI
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Apakah karakter Indro dan Kasino terbawa ke keseharian?
Tora: Sebenarnya di luar syuting saya manggil Vino, Kasino jadi Kavino, Abi kadang saya manggil, 'Don'. Saya manggil mereka Dono, Kasino, saya manggil dia (Indro Warkop) Tora.
Indro: Saya terhormat dipanggil Tora Sudiro, tapi disingkat sih, jadi, 'Asu, asu'.Â
Vino: Celetukan-celetukannya seperti yang di film. Waktu pertama kali syuting, awal-awal kebawa, sehari-hari. Yang paling kelihatan Abi, dia jadi medok terus. Saya di rumah juga, istri saya bilang 'Kok medok', saya enggak sadar.
![]()
Bagaimana cara masuk ke dalam peran masing-masing?
Vino: Saya tipe orang yang suka riset. Ketika saya dikasih peran, saya akan cari tahu dan mendalami karakter. Enggak cuma dari script. Contoh jadi pembunuh, aktor itu enggak membunuh beneran, tapi sekarang kan udah gampang banget. Ada Google, internet, film-film, gimana cara detail karakter seorang pembunuh.Â
Ketika masuk ke Warkop, untungnya film ini dibuat waktu Om Indro masih ada, kalau enggak ada, udah susah, karena kalau kita tanya pada anaknya ke keluarganya DKI, yang ada di film itu beda banget dengan yang asli. Om Kasino di luar itu orang yang sangat tegas, family man banget. Begitu juga Om Indro dan Om Dono.Â
Beruntungnya Om Indro masih ada, Om Indro menjelaskan Om Kasino dari awal karier, awal terbentuknya Warkop, gimana bandel-bandelnya Kasino waktu muda, waktu masih mahasiswa, kenapa Kasino kalau ngomong bisa berbagai macam dialek tapi ke Banyumasannya tidak hilang itu semuanya ada di Om Indro.Â
Saya lihat buku Warkop, perjalanan Warkop dan banyak kasetnya dari YouTube juga masih banyak dari film-filmnya itu saya ambil saya satukan, saya bawa ke forum sebelum kita reading.
Keberhasilan dari Warkop ini bukan karena satu atau dua orang tapi karena semuanya ada masukkan juga dari teman-teman, jadi saya senang banget untuk riset kecil-kecilan karakter yang akan saya mainin.
Indro: Gua sempat bingung gimana mau ngarahinnya, tapi alhamdulillah waktu masuk, mereka siap banget jadi enggak terlalu susah. Tora, dia kayak asisten saya dia banyak bantu saya. Kalau dengan Tora saya lebih dulu kenal ketimbang sama Vino dan Abi, anak-anak saya juga dekat sama dia. Kalau ini kita udah saling tahu. Jadi mereka udah siap, udah reset kita tinggal tanya jawab dan tarik masuk ke keluarga aja.