Usaha Keras Roti Legendaris Tetap Eksis

Roti Tan Ek Tjoan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria

"Kalau yang lain kan, biasanya hanya bertahan tiga hari."

img_title Terpopuler: Reaksi Andre Taulany, Amanda Rigby Dibilang Mirip Erin Hingga Kronologi Jule Ditangkap Terkait Narkoba

Bukan hanya roti gambang, roti tawar, roti bim bam dan juga roti cokelat merupakan varian roti favorit pelanggan. Varian roti ini jadi trade mark. "Nah itu unggulannya, jadi ada yang legend, ada yang favoritnya."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebanyakan orang yang menyukai varian roti ini mengaku, memiliki rasa yang khas yang tidak ada di toko-toko roti modern saat ini. Meski roti ini menjadi favorit, Tan Ek Tjoan juga sempat menghentikan beberapa produksi varian seperti srikaya, kacang hijau karena tidak banyak yang menyukainya. "Karena tidak laku kita setop."

img_title Viral, Unggahan Diduga Milik Istri Purbaya Ungkap Kondisi Suami Usai Dicopot: Kadang Masih Melamun

Dalam sehari, diakui Josey, pabriknya bisa memproduksi 9.000 roti dengan aneka varian. Ke depan, ia pun berharap, bisa lebih banyak menghasilkan produksi rotinya. Dia punya target, 30 ribu roti per hari. "Itu kecil sekali dibanding Sari Roti enggak ada apa-apanya. Sama Holland Bakery kita juga enggak ada apa-apanya."

Untuk itu, Josey berusaha mempertahankan varian-varian rasa yang menjadi favorit dan legendaris. Apalagi, banyak orang yang mengidolakan Tan Ek Tjoan, selalu rindu akan rasa khas roti gambang. Josey sempat berpikir untuk berinovasi dengan rasa baru yang lebih modern, namun, ia khawatir, jika hal itu dilakukan identitas Tan Ek Tjoan sebagai roti legendaris jadi hilang. 

img_title Kemenhaj Periksa 7 Pelimpahan Nomor Porsi Haji, 6 Diindikasikan Bermasalah

Sebagai alternatifnya, ia berpikir untuk membuat brand baru namun bukan berarti merek lama dimusnahkan. "Karena saya tahu, masih ada pelanggan setia Tan Ek Tjoan."

Meski membuka beberapa toko untuk memasarkan roti-rotinya, Josey pun tetap mempertahankan penjualan roti lewat gerobak. Dengan adanya gerobak-gerobak ini, dia berharap, nikmatnya roti legendaris ini masih bisa dirasakan hingga ke pelosok-pelosok kota Jakarta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau pakai ritel gerobak, roti kita lebih kesebar, orang lebih kenal, tapi keuntungannya kecil. Kalau kita main di toko, kita bisa untung lebih besar, tetapi spreadingnya enggak luas."

Saat ini, Tan EK Tjoan pun masih memiliki sejumlah toko di Jakarta. Bahkan, bukan hanya toko, roti-roti produksinya sampai sekarang juga masih disebar melalui gerobak sampai ke Ciputat, Bekasi, Cinere, Menteng, dan Cengkareng. "Itu kita drop di sana. Di sana juga ada gerobak dan pedagangnya, nah kita harus punya itu lebih banyak dan harus diperbanyak pedagangnya."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut