Usaha Keras Roti Legendaris Tetap Eksis

Roti Tan Ek Tjoan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria

Saat itu, VIVA.co.id berkesempatan mendatangi cabang distribusi perusahaan roti ini di kawasan Dukuh, Kramatjati. Sore itu, sejumlah penyalur roti Guriyana tengah sibuk menata roti-roti aneka rasa dalam gerobak. 

img_title Perjalanan Hidup Jule Usai Cerai dari Na Daehoon: Lepas Hijab Hingga Kini Diringkus Terkait Vape Etomidate

Dengan sabar, mereka merapikan satu persatu potongan roti tawar yang baru saja diantar dari Kayu Manis. Jika melihat suasana tempat itu, mungkin orang tak akan tahu, lokasi yang terletak di sebuah gang itu, adalah tempat di mana roti-roti Guriyana siap untuk ditata lalu dipasarkan dengan gerobak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ya, masih dengan gerobak sepeda yang digenjot menggunakan pedal. Kalau bukan karena bau rotinya, mungkin, orang yang lalu lalang di tempat itu tidak menyadari kalau itu tempat distribusi roti Guriyana.

img_title Geledah Rumah Lampri, KPK Temukan Petunjuk Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN

Ayo, salah satu pedagang keliling roti Guriyana menceritakan, bahwa dia cukup lama bergabung menjadi pedagang roti keliling legendaris ini. Sejak tahun 1978, dia keliling kawasan Utan Kayu menjual roti.

Tak ada yang mengatur harus menjual roti ke mana. Dia keliling mengikuti kayuhan pedal gerobak sepedanya. Dalam sehari Ayo mengaku rata-rata bisa menjual 50 bungkus roti. Yang paling laku, roti tawar. 

img_title Tak Perlu Gonta-ganti Tas, Model Multifungsi Ini Cocok untuk Perempuan dengan Mobilitas Tinggi

Bersama 20 pedagang roti Guriyana keliling lainnya, Ayo berusaha membantu sekuat tenaga menjajakan roti, demi menghidupi keluarga. Diakui Ayo, menjual roti Guriyana saat ini dengan zaman dahulu berbeda. Dulu, lebih banyak pembelinya. 

Ayo mengaku tiap harinya, ia menjual roti keliling, mulai pukul lima sore hingga pukul delapan malam. "Paginya, saya siapkan roti yang mau dijual."

Meski semakin banyak brand roti terkenal jadi saingan Guriyana, Ayo tak takut rotinya tak laku. Saingan, menurutnya, tidak akan memengaruhi penjualan rotinya. 

"Enggak ngaruh, rezeki kan sudah ada yang ngatur. Kalau doyan beli, kalau enggak ya beli yang baru."

Roti Guriyana

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nostalgia

Mempertahanan keaslian rasa memang menjadi salah satu kunci, tiga brand roti legendaris ini bertahan. Membership Coordinator, Ikatan Praktisi Kuliner Indonesia, Chef Ucu Sawitri juga mengakui, roti legendaris bisa bertahan di tengah ramainya bisnis roti modern, karena memang brand roti ini punya taste, jadi legenda karena kisah sejarahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut