Usaha Keras Roti Legendaris Tetap Eksis

Roti Tan Ek Tjoan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria

"Kita juga buat roti modern, setidaknya agar kita bisa bersaing ke sana lah. Roti modern tuh kayak  keju zaman sekarang. Kalau dulu kan, cuma keju dari tepung, kalau sekarang kita mulai bikin juga." "Rasa daging dulu kan juga enggak ada, sekarang sudah ada yang daging. Pakai abon, sosis," kata Distributor roti Lauw di kawasan Menteng, Yohanes Suwandi.

img_title Kevin Diks Dkk Terbenam di Dasar Klasemen Bundesliga Usai Dihancurkan Mainz

Meski rasa mulai berkembang, roti-rotinya masih tetap dijual dengan gerobak. Saat mangkal di pinggir jalan, tak jarang roti ikut terangkut mobil Satpol PP. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu sering dikeluhkan pedagang, karena enggak boleh jual keliling. Kadang ketemu Satpol PP harus lari-larian."

img_title Ketika Karyawan Berkembang, Perusahaan Juga Bisa Ikut Tumbuh

Belum lagi, saingan terberat adalah merek-merek roti baru yang kini menjadi penguasa pasar. Tetapi, jika sudah kenal rasa khas roti Lauw, Yohanes yakin orang itu akan tetap setia. Lauw hingga kini tetap berusaha mempertahankan rasa. Ini salah satu hal yang membuat Lauw bertahan hingga sekarang.

"Karena, mungkin kalau kita berubah rasa orang-orang zaman dulu pasti bilang, ah roti ini sama saja dengan roti roti zaman sekarang. Karena tanpa pengawet, paling bagus ya beli sekarang, makan sekarang."

img_title Jangan Langsung Tutup Luka dengan Plester! Ini 3 Langkah yang Perlu Dilakukan

Karena berani mempertahankan keotentikan rasa khasnya, Lauw di tengah banyaknya bisnis roti modern, tak takut gulung tikar. Yohanes bahkan yakin, konsumen Lauw masih banyak meski keuntungan menurun.

"Ini untuk yang di kawasan Menteng, di daerah lain seperti Bekasi malah meningkat. Dalam sehari, pedagang kelilingnya bisa berhasil jual 250 roti," katanya.

Guriyana

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dengan Tan Ek Tjoan dan Lauw yang masih banyak dikenal orang, tidak demikian dengan Guriyana. Tetapi, merek roti ini tiba-tiba kembali dikenang. Saat Agus Harimurti Yudhoyono, yang saat itu tengah menjalani masa kampanye, mengunjungi pabrik roti favoritnya di masa kecil di kawasan Kayu Manis IX no 46, Matraman, Jakarta.

Pabrik roti ini berdiri dari tahun 1971. Pendirinya, Haji Muhamad Subari. Bukan hal yang mudah mempertahankan usaha roti yang sudah bertahun-tahun didirikan. Namun beruntung, usaha roti ini punya mitra setia. Bahkan cabangnya di Jakarta, ada juga yang terletak di Jl. Dukuh V No.5, RT.6/RW.5, 5, Dukuh, Kramatjati, Kota, Jakarta Timur.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut