Apa yang Salah di Kematian Choirul Huda?

Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda (tengah) memasuki lapangan sebelum pertandingan melawan Semen Padang dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (15/10).
Sumber :
  • ANTARA/Rahbani Syahputra

Panitia pelaksana pertandingan juga wajib menyediakan sebuah ruangan khusus untuk penanganan medis. Dan peralatan lengkap untuk memberi pertolongan pertama wajib ada di dalamnya.

img_title Klasemen Liga 1: Persaingan Bali United dan Persib Jelang Garis Finis

Semua pelayanan medis yang disyaratkan oleh LIB diupayakan dengan biaya tim tuan rumah. Mereka juga wajib menyiapkan rumah sakit rujukan yang berlokasi dekat dengan hotel klub tamu dan delegasi LIB yang fasilitasnya lengkap dan memadai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Detik-detik Kematian Kiper Persela Choirul Huda

img_title Terungkap, Kunci Sukses Borneo FC Pecundangi Persija Jakarta

Pertanyaan kritis yang mengemuka memang berdasar. Pasalnya, insiden benturan keras mirip kejadian yang menimpa Choirul Huda bukan yang pertama terjadi.

Menurut Praktisi Kesehatan Olahraga, Matias Ibo, sebenarnya cedera ini bisa dihindari lebih dini. Dimulai dari kejadian saat Choirul menelan lidahnya, sebenarnya itu merupakan tanda di mana seseorang mengalami gejala hipoksia.

img_title Persija Sudah Lupakan Musim Ini

Tindakan pertama yang dilakukan adalah melakukan assesment terlebih dulu sebelum mengambil tindakan. Yang paling vital adalah menempatkan posisi korban dalam keadaan netral.

"Yang perlu diperhatikan, pemain sadar atau tidak. Lalu, saluran pernapasan aman atau tidak. Periksa seputar leher dan kepala demi mencari luka atau bagian yang patah. Bila keluar darah, cari sumber luka," kata Matias.

Dalam situasi kekurangan oksigen karena lidah tertelan, sudah seharusnya pemain tersebut dibebaskan agar bisa bernapas. Setelahnya, baru dilakukan tindakan lain.

"Terpenting adalah pemain bisa berkomunikasi dengan tim medis. Jangan sampai pingsan," terang pria yang memegang sertifikasi pertolongan pertama tersebut.

Benturan yang terjadi terhadap Choirul, diperkirakan Matias, tak terlalu berpengaruh. Sebab, sudah banyak kasus di mana kiper mengalami benturan yang sangat keras.

Seperti yang dialami Petr Cech dan Fernando Torres. Keduanya sempat mengalami gejala hipoksia. Lidah dua pemain itu tertelan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Cech lebih parah dari Torres. Tengkorak Cech retak dan harus dioperasi serta absen selama tiga bulan. Untuk insiden Torres, nyawanya selamat karena para pemain Atletico Madrid cepat tanggap dengan menarik lidahnya keluar. Dan Torres dilarikan ke rumah sakit.

"Intinya, dalam penanganan kasus ini, seluruhnya harus tanggap dan mengerti prosedurnya. Sebab, ini salah satu peristiwa yang fatal," terang Matias.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut