Apa yang Salah di Kematian Choirul Huda?
- ANTARA/Rahbani Syahputra
PSSI pun telah mengagendakan evaluasi untuk penyelenggaraan liga profesional secara menyeluruh pada 20 Oktober 2017. Hal ini termasuk implementasi regulasi kompetisi dan manual liga.
Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menyadari tuntutan untuk meningkatkan profesionalisme. Namun, dia meminta masyarakat bersabar, mengingat tidak mudah melakukannya.
“Kami sadar harapan publik sangat besar. Namun, ini semua perlu waktu untuk bisa mewujudkannya. PSSI selalu proaktif dan melihat proses perbaikan untuk jangka panjang. Jadi, kami tidak hanya reaktif per kejadian,” kata Tisha.
Meninggalnya Choirul, menurut Tisha, menjadi duka yang mendalam dan pelajaran yang mahal. Karena itu evaluasi dan perbaikan mutlak akan dilaksanakan.
“Di luar kasus Huda, kita juga akan memproses seluruh pelanggaran disiplin yang terjadi, tanpa terkecuali. PSSI akan bersidang untuk penegakan kode disiplin sebaik-baiknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” tutur Tisha.
Selanjutnya >>> Jadi sorotan dunia
Sorotan dunia
Kabar meninggalnya sosok legenda Persela Lamongan itu menjadi sorotan dunia. Sejumlah media asing ikut menyoroti kabar meninggalnya kapten Persela itu.
Mirror.co.uk, menulis judul "Kiper legendaris tewas karena benturan mengerikan dengan rekan setim".
Daily Mail memberi tajuk, "Kiper legendaris Indonesia, Choirul Huda, meninggal dengan tragis usai benturan dengan rekan setim dalam pertandingan".
Skysports menuliskan laporan berjudul "Kiper Indonesia, Choirul Huda, meninggal setelah benturan dengan rekan tim."
Ungkapan belasungkawa juga datang dari otoritas tertinggi sepakbola dunia, FIFA, serta sejumlah pemain internasional. Penyerang Manchester United, Paul Pogba. Pogba menuliskan ucapan itu melalui akun twitter miliknya, @paulpogba, "RIP Choirul Huda. Doa saya untuk kamu dan keluarga kamu."
RIP Choirul Huda. My prayers to you and your family ???????? #RIPHuda https://t.co/BRgbhmhrh4
— Paul Pogba (@paulpogba) October 15, 2017
Tribute to Choirul Huda
Choirul Huda merupakan sosok yang sangat berpengaruh di tim Persela Lamongan. Dunia mengakui loyalitasnya terhadap klub berjuluk Laskar Joko Tingkir itu.
Pria kelahiran Lamongan, 2 Juni 1979 ini sepanjang karier sepakbolanya hanya membela satu klub saja yaitu Persela Lamongan. Choirul Huda atau biasa disapa Huda bermain di lapangan hijau sebagai kiper.