Andrian Ishak, Pelopor Molecular Gastronomy di Indonesia

Andrian Ishak, satu-satunya chef molecular gastronomy di Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

Apakah makanan yang diolah dengan teknik yang enggak biasa ini aman dikonsumsi?

img_title Zaskia Sungkar Rindu Sosok Raffi Ahmad yang Dulu, Berharap Sahabatnya Kembali Fokus Jadi Artis

Aman ya, justru karena kita scientific approach, kita bisa mikirnya lebih dalam lagi. Malah banyak alat yang kita pakai sebenarnya udah dipakai di rumah sakit. Cuma memang, kita pakai di restoran. Gimana caranya kasih experience bukan kayak di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title SIM Keliling 3 November 2026: Cek Lokasi Pelayanan di Empat Wilayah

Bagaimana sih sebenarnya konsep restoran Namaaz?

Kita enggak ada papan nama. Kita emang mau built experience itu dari awal. It's like hidden treasure gitu. Dibikin enggak semua orang tahu. Interior kita enggak mau yang intimidating dengan interior fine dining, pengin yang friendly. Kita enggak ada drescode. Orang mau bawa anak juga enggak apa-apa. Ini benar-benar casual dan mungkin buat sebagian orang, ini harganya fine dining (Rp1.250.000 untuk 17 makanan), tapi kita tetap approach-nya enggak fine dining. Ini sudah paling pas sih dibikin kayak gini.

img_title Fakta Mengejutkan Kasus TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Korban Ada Eks Anggota TNI-Polri

Kalau ada papan nama, tiba-tiba tamu datang ya ribet bikin makanannya, karena proses masaknya lama. Macam-macam ya, ada kita bikin es teh panas. Sebelah kanan panas, kiri dingin. Jadi, enggak nyampur. Jadi pas minum, mulutnya kanan panas, kiri dingin. Bikinnya 36 jam. Yang kedua paling lama, bikin daging ‘mentah' (daging dengan tampilan seperti masih dalam kondisi mentah) itu 19 jam. Kan, repot kalau ada walk in. Jadi, aku pikir it’s good kalau orang enggak tahu Namaaz di mana. Mereka tahu alamat Namaaz, saat mereka bikin reservasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernah enggak ada pelanggan Namaaz yang mengalami pengalaman buruk, misalnya melihat tampilan makanan yang membuat mereka kurang nyaman?

Itu sebenarnya kita senang. Emang tujuannya itu, bikin tamu jadi halusinasi gitu. Mindblowing. Bikin mereka yang intrigue. Di sini (Namaaz) ada daging ‘mentah’, telur ‘mentah’ yang mereka makan bersamaan. Karena, mereka tahu Namaaz itu apa dan mereka expect seperti apa. Mungkin kalau si telur dan daging ‘mentah’ disajikan di tempat lain, orang enggak akan mau coba. Tapi begitu di sini, enggak ada sih. Paling yang lucu adalah ada vegetarian makan di Namaaz terus kita kasih daging mentah banyak darah, dan dia harus yakin dan percaya sama kita bahwa ini (hidangan) vegetarian. Itu You Decide banget. Kalau mau enjoy, ya just take it.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut