Kontroversi Aksi Menantang Maut Demian
- instagram.com/edison_wardhana
"Kalau di Indonesia ini sebenarnya buat asuransi belum ada, biasanya kalau dari kita sendiri katakan lah ada kecelakaan, biasanya akan dipertanggung jawabkan oleh pihak penyelenggara (acara). Tapi kebijakan itu masing-masing PH berbeda. Jadi kalau asuransi kita enggak ada," katanya menjelaskan.
Sadar dengan pekerjaannya yang penuh bahaya, Deswyn pun menjadi lebih hati-hati dalam melakukan berbagai adegan yang menantang maut.Â
"Sebelum melakukan adegan itu, biasanya harus saya perhatikan dulu. Misalnya dari konsep adegannya dulu, nanti di lapangan saya akan ngecek dulu dari sisi keamanannya gimana, koordinasinya gimana," ujarnya.
Ia sendiri juga pernah merasakan menjadi pemera pengganti untuk adegan sulap, namun tak seektrem yang dilakukan Demian. "Tapi adegan yang dilakukan Echon itu belum pernah," katanya. Lantas, apakah ada prosedur atau panduan khusus bagi pemeran pengganti dalam melakukan adegan yang menantang?
Deswyn menyatakan tak ada peraturan yang pasti. Biasanya, saat pemeran pengganti melakukan adegan bahaya, koordinator akan mengawasinya. Hanya saja, dalam kasus yang terjadi pada Demian ini, Deswyn sangat menyayangkan karena pesulap tersebut tidak menggunakan pemeran pengganti profesional.Â
"Setidaknya stuntman itu punya insting. Dan itu memang juga tergantung dari jam kerjanya. Dan yang tahu itu kan, katanya si Echon sudah di tangga, tapi katanya yang di tangga itu kru lain. Kalau seandainya ada stuntman koordinator, biasanya dia yang akan mengawasi," ungkapnya.Â
Sementara itu, menurut pesulap muda berprestasi, Rheomodal Aquino kehadiran pemeran pengganti dalam aksi sulap itu, tidak selalu dibutuhkan. Pria yang sudah menekuni dunia sulap sejak tahun 2006 ini, menyatakan saat dia melakukan adegan, yang aksinya tak jauh berbeda dari Demian, ia tak menggunakan pemeran pengganti.
"Enggak harus selalu ada. Tapi kan terkadang orang lupa bahwa sulap itu tak harus selalu tegang atau gelap, tapi ada juga aliran yang fun dan menyenangkan. Yang dipertaruhkan itu gengsi bukan nyawa," ujar Rhomedal.Â
Hanya saja, memang ada beberapa pesulap yang menggunakan pemeran pengganti. Dan tak ada aturan atau syarat khusus untuk memakai orang ketiga dalam sebuah aksi berbahaya. Hanya saja, ia menegaskan bahwa untuk perlindungan untuk pemeran pengganti itu tergantung dari pihak penyelenggara.Â