Perang Diskon Harbolnas, Jangan Jadi Ajang Tipu Konsumen
- www.harbolnas.com
Menurutnya, ada pemain e-commerce yang seperti 'aji mumpung' untuk meraup keuntungan semata, sehingga merugikan konsumen.
"Misalkan ada e-commerce nebeng, masuk menawarkan sesuatu, tapi uangnya masuk dan (barang) tidak pernah di-delivery. Saya minta kepada penyelenggara Harbolnas ini betul-betul ketat," kata dia, Senin 11 Desember 2017.
Rudiantara juga menyebut, dari tahun ke tahun program Harbolnas malah semakin berkurang performanya. Sebab, banyak 'pekerjaan rumah' untuk penyelenggara agar merapikan manajemen Harbolnas.
"Jangan sampai nanti ada e-commerce player yang justru memanfaatkan ini (Harbolnas) untuk hal-hal yang negatif," tuturnya.
Selanjutnya, daftar hitam>>>
Daftar hitam
Ketua Panitia Harbolnas 2017, Achmad Alkatiri pun mengamini apa yang dikatakan Menkominfo Rudiantara. Untuk mencegah diskon-diskon palsu ini terulang kembali, panitia Harbolnas kali ini menyediakan pusat keluhan pelanggan.
Pelanggan bisa mengaksesnya di situs www.harbolnas.com. Komplain akan ditampung pihak Harbolnas dan disampaikan kepada PIC (Person in Charge) pihak e-commerce terkait melalui email untuk ditindaklanjuti dalam waktu 48 jam.
Jika dalam periode yang ditentukan masalah tidak diselesaikan, Harbolnas akan mendepak e-commerce tersebut sebagai partisipan untuk Harbolnas mendatang.
"Kami memiliki perhatian sendiri terhadap sentimen negatif yang Harbolnas terima tiap tahunnya. Tahun ini, kami berkomitmen untuk melawan sentimen tersebut," katanya.
Ia menegaskan, fitur dalam situs Harbolnas ini akan memberikan efek jera bagi pihak e-commerce yang nakal.
"Sentimen negatif seperti barang palsu atau diskon palsu adalah salah satu aspek yang kami perhatikan dalam Harbolnas tahun ini. Bagi e-commerce yang terkena daftar hitam (blacklist), hal ini tentu berpengaruh buruk bagi citra perusahaan," jelas Alkatiri.
Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia, Aulia E. Marinto, mengimbau, agar nafsu berbelanja harus diimbangi dengan sikap teliti dan saksama.
Gebyar Harbolnas pada tahun ini jangan melupakan hal-hal penting. Platform peserta Harbolnas untuk komitmen membuat momen belanja itu meningkatkan pengalaman konsumen.
"Kami imbau, agar semua anggota (e-commerce) selalu memenuhi hak-hak pembeli," ujar Aulia kepada VIVA.
Pemenuhan hak pembeli, dalam hal ini platform e-commerce, harus menyediakan informasi yang detail dan melayani dengan sepenuh hati.Â