Heboh Daniel Radcliffe Disebut Positif Virus Corona
- Killer Films
VIVA – Beberapa jam yang lalu atau tepatnya Selasa malam waktu Indonesia, publik dikejutkan dengan kabar yang menyebut bahwa aktor pemeran Harry Potter, Daniel Radcliffe positif virus corona. Unggahan ini awalnya ditulis oleh akun Twitter @BBCNewsTonight.
Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara aktor itu berkata, "Tidak benar." Namun, belakangan baru diketahui kalau ternyata akun Twitter tersebut bukanlah akun asli.
Bahkan akun itu diketahui menipu banyak pengguna Twitter, termasuk reporter New York Times Maggie Haberman dan direktur editorial Politico Blake Hounshell. Sejak keduanya tahu itu salah, mereka meminta maaf lantaran memperkuat kebohongan itu.
Maklum saja banyak orang yang tertipu karena akun itu terdaftar di bawah nama pengguna @BBCNewsTonight dan menggunakan foto penyiar Inggris.
"BREAKING: Daniel Radcliffe tes positif untuk virus corona. Aktor ini dikatakan sebagai orang terkenal pertama yang dikonfirmasi secara publik," tulis akun palsu itu seperti dikutip dari laman Buzzfeed.
Cuitan itu juga menyertakan tautan ke halaman Berita BBC, tetapi tampaknya belum diperbarui sejak 2017 dan menyebabkan penyiar mempromosikan newsletter email, aplikasi, dan layanan lainnya. Sehingga tidak ada bukti klaim palsu di tautan tersebut.
Akun itu juga menggunakan opsi baru Twitter untuk menyembunyikan beberapa tanggapan.
Meskipun tweet itu tampaknya kredibel ketika dilihat pertama kali, namun ketika mengklik profil utama terlihat jelas bahwa akun itu palsu. Akun ini hanya memiliki 125 pengikut. Sejak itu, akun tersebut telah ditangguhkan karena sudah memanipulasi menurut juru bicara Twitter.
BuzzFeed News berbicara kepada orang-orang yang menyebarkan berita palsu itu dalam obrolan grup di Twitter. Untuk mendukung klaim itu, mereka mengirim hasil tangkap layar yang menunjukkan keterlibatan dalam cuitan tersebut dengan lebih dari 311.000 kesan dan 26.666 klik profil sebelum ditangguhkan.
Tak satu pun dari 33 anggota dalam grup tersebut mengungkapkan identitas, lokasi, atau usia mereka, mengatakan bahwa mereka telah menyebarkan kebohongan sejak 2016 dan bertemu di internet. Banyak tanggapan yang tidak ditanggapi dengan serius.
Ketika ditanya mengapa mereka menyebarkan berita palsu, mereka mengatakan itu hanya untuk bersenang-senang bahwa mereka memanipulasi pikiran orang, dan bahwa internet menurunkan IQ masyarakat.