Jadi Mualaf, Marcell Siahaan Tak Ingin Paksa Anak Ikuti Keyakinannya

Marcell Siahaan
Sumber :
  • IG @marcelsiahaans

Jakarta – Marcell Siahaan baru-baru ini berbagi kisahnya tentang perjalanan spiritualnya dan keputusannya untuk memeluk agama Islam dengan menjadi mualaf. Sebelum memutuskan untuk menjadi seorang mualaf pada tahun 2012, Marcell telah mengalami dua kali pergantian agama sebelumnya.

Raisi Dicoret dalam Daftar Calon Pemimpin Iran, Siapa yang Pas Gantikan Khamenei?

Dalam sebuah perbincangan di podcast bersama Daniel Mananta, Marcell Siahaan menceritakan bahwa dia tidak ingin memaksa ketiga anaknya, yakni Keenan, Edga, dan Seth, untuk menjadi mualaf seperti dirinya. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Marcell Siahaan.

Photo :
  • Instagram/marcellsiahaans
Pengakuan Mantan Pendeta Ortodoks Masuk Islam: Aku Seorang Pendosa

Meskipun dia sudah mantap dengan pilihan agamanya, Marcell berharap bahwa kepercayaan agama haruslah dipilih secara sukarela oleh anak-anaknya, sesuai dengan kemantapan hati dari masing-masing anaknya. 

"Karena gua pengen mereka menjadi diri mereka sendiri, itu yang paling penting, gua sangat open dengan ini," ungkap Marcell Siahaan yang dikutip dari YouTube Daniel Mananta Network, Selasa 16 April 2024.

Majelis Hukama Muslimin Indonesia Sambangi Banthe Pannavaro Jelang Waisak, Bahas Apa?

Marcell Siahaan

Photo :
  • flickr.com

Pelantun lagu Peri Cintaku tersebut menjelaskan bahwa dia hanya mencoba memberikan teladan dan motivasi kepada anak-anaknya dalam menjalankan ajaran agama Islam. Dia tidak ingin menjadi seorang ayah yang memaksa anak-anaknya untuk mengikuti kehendaknya.

"Dan gua memutuskan untuk itu tadi karena gua tujuan gua kan guanya sekedar memberi contoh, gua memotivasi lewat apa yang gua lakukan karena ngomong saja memerintah saja tidak cukup," tambahnya.

Meskipun dia adalah seorang ayah dari ketiga anaknya, Marcell merasa bahwa dirinya tidak memiliki hak untuk memaksa mereka mengikuti keyakinan agama yang dianutnya. Dia ingin memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk menemukan dan merasakan perjalanan spiritual mereka sendiri, yang nantinya akan membantu memperkuat keyakinan masing-masing dari mereka. 

"Dan apalagi gua kan berangkat dari ya itu tadi gua kan anomali kan, gua merasa tidak pada tempatnya kalau gua kemudian memaksa mereka harus seperti ini, memaksa mereka harus seperti itu. Tapi mereka harus tahu bahwa yang yang namanya divine wisdom itu ada, itu mereka harus tahu betul. Iya yang namanya natural selection, natural law itu ada," pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya