Resep Sukses PPKM Level 2, dr. Reisa: Waspada Bersama
- Instagram @reisabrotoasmoro
Apabila ketiga pertanyaan tersebut dijawab dengan ya atau jawabannya positif, dokter Reisa menyarankan untuk selalu memperhatikan VDJ—ventilasi, durasi, jarak.
“Utamakan pergi ke ruang terbuka atau berventilasi baik, persingkat durasi, perpendek jarak tempuh,” katanya, ”selain tetap disiplin prokes.”
Dia juga sangat menyarankan warga wilayah level 2 bertemu di ruang publik yang sudah memberlakukan aplikasi Peduli Lindungi. Panduan bertemu di ruang publik sudah pernah diproduksi oleh BNPB dan Satgas Penanganan COVID-19.
“Saya ulangi pernyataan Menko Marves, ‘penurunan level PPKM di berbagai kota menyebabkan banyak euforia dari masyarakat yang kadang tidak disertai dengan implementasi protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi.’ Hal ini cukup berbahaya, karena dapat mengundang gelombang penularan berikutnya dari COVID-19,” ujarnya.
Pasalnya, berdasarkan Monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 memperlihatkan adanya penurunan kedisiplinan memakai masker di masyarakat. Di DKI Jakarta terjadi penurunan dari 95% ke 90%, di Jawa Barat turun dari hampir 92% ke 89,5%, di Jawa Tengah turun dari 89% ke 86,5%, di Daerah Istimewa Yogyakarta turun dari 93,6% ke 91,6%, di Jawa Timur turun dari 94% ke 91,4%.
“Jadi kita harus tetap hati-hati, tetap pakai masker, dan jangan lupa, segera vaksinasi,” tegasnya.
Indonesia sudah memvaksinasi 77,8 juta orang dengan dosis pertama dan 44,3 juta sudah lengkap divaksinasi dengan dosis kedua pada Jumat, 17 September 2021, pukul 18.00 WIB.
“Kita sudah lihat pengalaman di banyak negara, jadi kita tidak ingin mengulangi kesalahan yang dilakukan berbagai negara. Caranya, waspada bersama-sama dan pertahankan status level 2, bahkan perbaiki,” tutur dr. Reisa.
Kelengahan melonggarkan disiplin akan mengarah ke naiknya level PPKM, yang berujung penutupan ruang publik, seperti mall dan bioskop yang minggu ini baru dibuka kembali di wilayah level 2. Selain itu juga ditundanya Pembelajaran Tatap Muka yang sudah diujicobakan sejak 30 Agustus 2021.
“Jangan sampai noda setitik, rusak susu sebelanga. Karena lalai satu, dua orang, seluruh warga sampai anak kita yang sedang gembira sekolah lagi, jadi sengsara karena kita. Yuk bisa, untuk Indonesia,” tutupnya.