2 WNI Terjangkit Corona, PBSI Harap Indonesia Open 2020 Tidak Batal

Anthony Ginting Tersingkir dari Indonesia Open 2019
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) berharap wabah virus corona tidak berdampak terhadap perhelatan Indonesia Open 2020 pada 16-21 Juni 2020 mendatang. Namun, PBSI tetap akan lebih waspada setelah ada 2 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif terjangkit jelang Indonesia Open. 

AstraZeneca Tarik Vaksin COVID-19 di Seluruh Dunia, Ada Apa?

Kendati demikian, PBSI ingin virus yang bernama COVID-19 itu tidak menggangu Indonesia Open 2020. Terlebih, sudah banyak turnamen BWF yang ditunda di sejumlah negara akibat wabah Corona. 

"Kami harus lebih waspada, tapi jangan sampai ketakutan. Harus tetap positif," kata Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto kepada wartawan, Senin 2 Maret 2020.

Malaysia Detects Over 6000 Coronavirus Cases in a Week

"Karena apa pun yang seharusnya menjadi agenda, kami harus menjaga keselamatan dan kesehatan pemain serta official. Saya berharap semoga Indonesia Open bisa berjalan sesuai jadwal tanpa kendala," ujarnya. 

Baca: Wabah Corona, MotoGP Thailand Ditunda

Ini Alasan Mengapa Kasus Virus COVID-19 Melonjak Tinggi di Singapura Hingga 22 Ribu Kasus

Meski Indonesia Open 2020 masih tiga bulan lagi, sebagai penyelenggara, PBSI mulai melakukan persiapan. Antara lain, berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk meminta izin dan rekomendasi.

PBSI pun berharap, Kemenpora nantinya bakal berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk Kementerian Kesehatan supaya bisa memberikan izin dan perlindungan pada penyelenggaraan Indonesia Open 2020.

Peta penyebaran virus corona

Tidak hanya untuk melindungi atlet dan official yang datang, PBSI juga ingin mengantisipasi wabah corona ini agar tidak menjalar ke penonton atau masyarakat Indonesia. 

"Hari ini kami mengirim surat ke pemerintah, dalam hal ini Kemenpora untuk meminta arahan dan jaminan izin agar Indonesia Open tetap bisa berjalan sesuai jadwal," ucap Budi.

"Makanya kami butuh berkoordinasi dengan departemen terkait supaya menjaga keamanan buat semua," tuturnya. 

Di sisi lain, PBSI memastikan bahwa ajang All England 2020 di Inggris yang digelar pada 11-15 Maret 2020 masih sesuai jadwal. Sebab, persiapan PBSI tetap berjalan.

"Swiss Open batal. India dan Singapura Open juga masih tanda tanya. Jadi, sesuai dengan harapan BWF ajang bulutangkis tidak ada yang dibatalkan lagi. Insya Allah tim ke All England akan berangkat pada Sabtu 7 Maret 2020," ujar Budi.

Baca:

Serangan Virus Corona Makin Menggila, MotoGP Qatar 2020 Resmi Ditunda

Jepang Bandel Gelar Olimpiade di Tengah Teror Virus Corona

BWF Galau, Turnamen Bulutangkis Dunia Jadi Korban Virus Corona

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya