Terapis Legendaris PBSI Ungkap Trik Penanganan Cedera Pebulutangkis

Fisioterapis legendaris Pelatnas PBSI, Sugiat Moeljo Soedarmo (kiri)
Sumber :
  • Dokumentasi Sugiat Moeljo

VIVA – Cedera merupakan risiko paling akrab yang kerap jadi permasalahan setiap olahragawan. Dalam menjalani aktivitasnya, penanganan cedera yang tepat bagi seorang atlet profesional merupakan hal begitu penting.

Kondisi itu pula yang diceritakan oleh pemilik profesi sport massage, Sugiat Moeljo Soedarmo. Nama Sugiat pun cukup melegenda di kalangan para penghuni Pelatnas PBSI Cipayung.

Ya, sosok pak Sugiat merupakan salah satu pemijat yang telah berkarier selama 20 tahun (1992-2012) di Pelatnas PBSI dan telah berjasa mendukung para atlet Indonesia dalam berbagai ajang akbar seperti SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.

Merintis karier pada tahun 1987 melalui pendidikan khusus sport massage dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Sugiat terbilang telah menangani hampir ratusan kasus cedera deretan atlet papan atas nasional.

Ricky Soebadja/Rexy Mainaky, Hendra Setiawan, Greysia Polii. Marcus Fernaldi Gideon bahkan petenis legendaris Yayuk Basuki pun pernah merasakan kemahirannya memulihkan permasalahan cedera.

"Banyak kasus cedera yang dialami atlet itu dengan berbagai penyebabnya. Ada kalanya pemanasan, peregangan dan pendinginan otot dengan teknik dan urutan yang benar tidak terlaksana dengan baik," ujar Sugiat Moeljo Soedarmo dalam sebuah wawancara kepada para wartawan.

"Sport massage yang dilakukan satu jam sebelum aktivitas olahraga itu berfungsi untuk mempersiapkan otot menjadi lentur dan mencegah cedera. Sehabis olahraga atau setelah atlet bertanding, fokusnya relaksasi otot dan mengatasi masalah atau cedera otot, mulai dari sakit pinggang, sakit punggung, terkilir hingga saraf kejepit," jelas Sugiat yang kini mengelola gerai Giat Kurnia Health & Sport Massage di Sunter, Jakarta Utara.

Menurut Sugiat, memilih terapis yang paham anatomi otot dan teknik sport massage sangat penting dalam menunjang kondisi pemulihan atlet, sebab bila saat pemijatan sampai merasakan sakit yang luar biasa, artinya tekniknya tidak benar.

Alasan PBSI Tak Sertakan 11 Atlet Ini di German Open dan All England

"Ketika terjadi cedera atau masalah otot, pertama-tama selalu kompres dengan es, atau rendam bagian yang cedera dalam air es dan hindari memberikan tekanan pada otot yang cedera," ujar Sugiat.

"Jangan pernah mengkompres dengan air panas karena dapat menyebabkan cedera semakin memburuk. Pastikan cedera otot ditangani oleh spesialis kedokteran olahraga atau sport massage profesional," tambahnya.

PBSI Tarik Mundur 11 Atlet dari German Open dan All England 2022
Pendukung pemain bulutangkis Indonesia di Istora Senayan

Penonton Berpotensi Hadir di Indonesia Open dan Masters, Ini Kata PBSI

PP PBSI bersiap menyambut kembalinya penonton di dalam pertandingan bulutangkis. Rencananya, Indonesia Masters dan Indonesia Open 2022 pada Juni mendatang.

img_title
VIVA.co.id
8 Maret 2022