Terkuak, Begini Isi Ramalan Jayabaya Perihal Masa Depan Pulau Jawa

Jayabaya
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta – Jayabaya, yang memerintah sebagai raja keempat Kerajaan Kediri dari tahun 1135 hingga 1159 Masehi, dikenal sebagai raja yang memegang takhta masa kejayaan yang dialami Kediri selama kerajaan itu.

img_title Hari Keempat, 13 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang

Selama masa pemerintahan Jayabaya, Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaannya. Selain itu, Jayabaya juga terkenal dengan ramalannya yang dikenal sebagai Jangka Jayabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ramalan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari situasi sosial dan politik hingga potensi bencana yang mungkin terjadi.

img_title TNI Tunggu Identifikasi Basarnas Terkait Penemuan Pelampung dalam Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Peta Pulau Jawa

Photo :
  • Brainly

Salah satu ramalan terkenal Jayabaya adalah tentang terbelahnya Pulau Jawa menjadi dua bagian.

img_title BMKG Pastikan Tak Ada Indikasi Tsunami Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ramalan tersebut menyatakan bahwa "Pulo Jawa pecah dadi loro, wong Jawa kari separo", yang artinya "Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua, dan penduduk Jawa akan tinggal separuhnya."

Berbagai sumber menyebutkan, bahwa masyarakat Jawa mempercayai bahwa ramalan ini memiliki kaitan erat dengan Gunung Slamet yang terletak di Jawa Tengah.

Perlu diketahui, Gunung Slamet terletak di lima kabupaten yaitu, Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang. Gunung Slamet adalah gunung aktif yang dapat erupsi sewaktu-waktu.

Letusan terakhir Gunung Slamet pada 17 September 2014 silam. Berdasarkan ramalan ini, nanti apabila Gunung Slamet erupsi besar, maka bisa membuat parit sebesar selat yang langsung menyatukan Laut Jawa dan Samudera Hindia.

Ramalan Jaya Baya yang Lain

Jayabaya

Photo :
  • Istimewa

1. Kereta tanpa kuda, pesawat, rel kereta, dan hilangnya pasar Sri Jayabaya telah meramalkan bahwa di Nusantara di masa depan akan ada kereta yang ditarik tanpa kuda.

Ramalan tersebut berbunyi, seperti ini “Mbesuk yen ana kreta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing dhuwur awang-awang, kali ilang kedunge pasar ilang kumandange. Iku tanda yen tekane jaman Joyoboyo wis cedak”

Bila diartikan, kurang lebih seperti ini “Besok kalau sudah ada kereta berjalan tak berkuda, tanah Jawa berkalung besi, perahu berjalan di atas angkasa, sungai kehilangan lubuknya, pasar hilang kumandangnya, itulah tanda bahwa zaman Jayabaya semakin dekat.

2. Anak mangan bapak (anak berani melawan bapaknya).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Datangnya zaman penuh bencana di Nusantara yang diramalkan, seperti “lindu ping pitu sedino, lemah bengkah, pagebluk rupo-rupo” yang artinya (gempa tujuh kali sehari, tanah retak, macam-macam bencana alam).

4. Akeh pengkhianat (banyak bermunculan pengkhianat).

Gubernur Banten Andra Soni Ikut Bantu Cari 5 Jurnalis yang Hilang

Andra Soni Sisir Pulau Rakata Cari 5 Jurnalis yang Hilang saat Liput Erupsi Anak Krakatau

Gubernur Banten Andra Soni mengikuti langsung proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat bersama Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR 247 Tetuka

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut