Selamat Jalan Sahabatku Deniro Sutra S. Simanjuntak

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Kamu bukanlah orang yang kukenal dekat denganku. Masih kuingat saat itu, saat aku duduk di bangku kelas X dan kamu tidak ada di ruangan itu. Selama hampir satu semester aku duduk di bangku SMA ini, akhirnya kamu datang menjarah kelasku. Berharap akan ada yang berteman denganmu dan menjadi sahabat karibmu.

img_title Pergilah Dinda Cintaku

Saat itu, kita tentu melalui hari-hari dengan pelajaran yang kita pelajari bersama.Tidak hanya aku dan kamu, tapi juga teman-teman yang lain. Masih kuingat jelas namamu, Yuendi Satria Pratama. Nama itu berkesan sungguh cuek untukku, tak jauh beda denganmu yang juga termasuk lelaki tercuek di kelasku. Sungguh senang berada di dalam lingkungan sekolah banyak teman yang menemaniku. Seperti David, Sutra, Almi, Anggun, dan semuanya yang berteman denganku, walaupun tak terlalu begitu dekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hari ini tak terlalu buruk bagiku untuk memulai hari-hariku di sekolah bersama teman-temanku. Sekarang tepat hari Jumat, maka sekolahku mengadakan kegiatan keagamaan. Senang rasanya dapat bergabung,dengan teman-teman yang seiman. Tiba-tiba, Brukk!! Ada yang menabrakku. “Aduh, siapa sih ini?” ujarku saat itu dengan wajah yang cemberut karena perasaan kesal. “Maaf, maaf, tadi aku didorong dengan teman-temanku,” sambutnya. Seketika aku berbalik badan dan melihat sosok lelaki dengan postur badan yang bidang, dengan potongan rambut yang plontos. “Sutra! Ayo ke dalam, sudah mau mulai ini keagamaannya. Kita cari tempat duduk,” teriak temannya yang bernama Hanson, yang juga satu kelas denganku.

img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

Sudah dua minggu lebih aku meninggalkan semester satu. Perasaanku terhadap kelas ini masih biasa-biasa saja. Anak lelaki cuek itu masih tetap cuek dan asyik dengan dunianya sendiri. Walaupun aku telah lama di kelas ini dengannya, namun tetap saja seolah-olah tak pernah mengenalnya. Mungkin itu karena aku tidak pernah menyapanya atau bertegur sapa seperti teman-teman yang lain di kelas ini. Ditambah lagi, aku bukanlah seorang perempuan yang selalu mencari perhatian teman-teman untuk mendapatkan teman baru. Jadi, meskipun aku dengan dia berada di dalam satu wadah, namun tak sedikitpun mengurangi rasa gengsi kami berdua untuk menyapa satu sama lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut