Harapan Siswa Indonesia di Jeddah pada Kunjungan Raja Salman

Kondisi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) saat ini. (foto u-report)
Sumber :

VIVA.co.id – Jika tidak ada aral melintang, Rabu, 1 Maret 2017, Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz akan menapakkan kakinya di tanah air Indonesia. Kunjungan tersebut  dapat dikatakan sebagai kunjungan yang fenomenal dalam sejarah hubungan diplomatik RI-KSA yang sudah dimulai sejak 1 Mei 1950. Untuk itu, patut kita acungkan jempol kepada para diplomat kedua negara yang telah berupaya keras dalam merealisasikan kunjungan ini.

img_title Raja Salman Sukses Jalani Operasi Kantung Empedu

Kunjungan Raja Arab Saudi tersebut merupakan puncak dari berbagai terobosan diplomasi yang sejak lama dilakukan. Terobosan diplomasi yang telah lama dirajut diantaranya adalah keberhasilan Kementerian Pendidikan Nasional melalui Universitas Indonesia yang telah memberikan anugerah kehormatan berupa Gelar Doktor Honoris Causa di bidang perdamaian dan kemanusiaan (Dr HC) kepada Raja Abdullah pada Agustus 2011.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi pada bulan September 2015, dan menerima penghargaan King Abdulaziz Medal, Order of Merit. Ini adalah penghargaan tertinggi bagi pemimpin negara sahabat yang merupakan bentuk apresiasi luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia.

img_title Pergilah Dinda Cintaku

Belum genap satu bulan setelah itu, diikuti dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir ke Indonesia pada Oktober 2015 yang ternyata merupakan salah satu kunjungan bersejarah bagi hubungan Indonesia-Arab Saudi dalam kurun waktu 45 tahun terakhir. Dan yang paling mutakhir adalah kunjungan Pangeran Arab Saudi, Prince Alwaleed Bin Talal Bin Abdulaziz Alsaud pada bulan Mei 2016. Berbagai terobosan diplomatik tersebut menandakan prospek hubungan yang lebih baik dan erat antar kedua negara.

Seiring dengan terjalinnya hubungan baik antar kedua negara, maka keberadaan masing masing warga negara di Indonesia maupun di Arab Saudi terus meningkat dari waktu ke waktu. Terlebih lagi keberadaan WNI di Arab Saudi. Arab Saudi merupakan negara tujuan umat Islam karena adanya dua kota suci Mekkah dan Madinah. Di samping sebagai negara tujuan penempatan TKI yang sudah berlangsung sejak tahun 1970-an.

img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

Di Indonesia, sebagaimana kita ketahui, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memiliki gedung sekolah bahkan beberapa universitas megah di berbagai kota besar di Indonesia. Namun, tidak demikian halnya dengan Pemerintah RI yang sampai saat ini belum memiliki gedung sekolah di Arab Saudi. Padahal jumlah WNI yang bermukim di Arab Saudi tidak kurang dari 800 ribu orang. Inilah salah satu sebab timpangnya hubungan antar kedua negara. Sehingga terkesan bahwa Saudi kerap merasa lebih tinggi dari Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut