Roro Kecil yang Ingin Bisa Melihat
Vonis dokter untuk Roro dari Dr. Yana, ahli spesialis mata, diketahui bahwa Roro mengidap glaukoma. Glaukoma adalah penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi. Sehingga merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak.
Kerusakan ini tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan kebutaan pada tahapan yang parah. Dan yang diidap oleh Roro adalah glaukoma kongenital atau disebut juga glaukoma infantil primer, terjadi pada bayi dan anak-anak yang masih kecil. Kelainan ini hanya bisa mengenai satu mata dengan persentase 40 persen anak, atau kedua mata dengan persentase 60 persen anak. Kelainan ini disebut kelainan primer karena tidak disebabkan oleh kelainan yang lain.
Karena hal itu, pada usia lima bulan Roro pun dioperasi di Rumah Sakit wilayah Sekarwangi Cibadak. Di tengah doanya Rini bermunajat kepada Sang Maha Pencipta untuk kesembuhan putri kecilnya. “Saya berharap Robiah bisa melihat lagi. Saya ingin dia seperti anak lainnya, masa depan dia masih panjang. Saya ingin putri saya sekolah,” harapnya.
Namun harapannya tak lantas dijawab dengan berita bahagia. Dr. Yana yang menangani Roro mengajaknya untuk berpasrah diri kepada Yang Kuasa. Karena menurut beliau, operasi dilakukan bukan untuk membuat Roro melihat tapi untuk mengurangi gelembung balon dan kelebihan cairan.
Namun Rini bahagia melihat kondisi Roro yang mulai membaik pasca operasi. Dimana bola matanya yang sebesar telur ayam berubah menjadi kecil. Meski masih sangat menyesakkan hatinya karena mata sebelah kanannya kempes akibat pecah. Di lain sisi, pasca operasi membuat Roro mengalami infeksi kulit, yakni ada sepuluh benjolan di muka dan kepala. Tingkah laku Roro pun aneh, tidak mau pakai baju dan inginnya tidur di lantai saja. Namun Rini yakin anaknya dapat sembuh.
“Dokter itu bukan Allah, saya yakin Robiah akan melihat,” kata Rini. Optimisme Rini sungguh beralasan. Dia ingin anaknya nomal, karena kondisi Roro yang berbeda dengan teman-temannya mengakibatkan dia sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari mereka.