Puasalah, Kamu akan Sehat
- U-Report
3. Pola Pikir yang Lebih Tajam dan Kreatif.
Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang dan juga melambat. Uniknya, menurut penelitian ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam. Selain itu, ditinjau dari segi insting, masalah rasa lapar adalah masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih tajam dan kreatif.
Hal ini juga dibuktikan dengan suatu kasus pada sekelompok mahasiswa di University of Chicago yang diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus.
4. Performa Seksual Meningkat Pesat.
Sebuah penelitian yang membahas tentang hubungan puasa dengan kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH), dan lemotin (LH) membuktikan bahwa puasa memang benar menurunkan nafsu seksual dan menurunkan hormon testoteron. Namun ini bersifat sementara. Bahkan setelah beberapa hari siklus puasa dijalankan, justru produksi hormon testosteron dan performa seksual meningkat pesat.
5. Mengurangi Kegemukan.
Secara ilmiah berpuasa juga berdampak pada penurunan berat badan. Dengan berpuasa usus-usus dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa endapan makanan. Endapan makanan inilah yang bila kelebihan akan menjadi lemak di perut. Selain itu, berpuasa juga memperbaiki sistem pencernaan kita. Sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar.
6. Pencegah dan Penyembuh Penyakit Mental.
Otak kita di dalamnya memiliki fungsi pembersih dan penyehat otak dengan bantuan sel yang disebut dengan neuroglial cells. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan ‘dimakan’ oleh sel-sel neuroglial ini. Dimana hal ini akan berdampak pula pada mental seseorang. Bahkan, seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental. Seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.
7. Kekebalan Tubuh yang Meningkat.
Bukannya lemas sehingga menjadi gampang sakit, ternyata puasa justru meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini didukung oleh penelitian yang bahkan sudah umum. Yaitu mengenai ketika seorang berpuasa maka akan terjadi peningkatan limfosit sampai dengan 10 kali lipat dalam tubuhnya. Hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas tubuh. Sehingga puasa justru menghindarkan kita dari berbagai virus dari lingkungan luar atau makanan yang tidak baik.