Aku Terjepit antara Pulau Ternate dan Sulawesi
- PIxabay/Hermann
Lama kelamaan, rasa sakit itu hilang. Dan pada suatu saat, hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Semua kerang dipanen. Kerang yang ada pasirnya dipisahkan dengan kerang yang tidak ada pasirnya. Ternyata, kerang yang tidak ada pasirnya diobral di jalan. Sedangkan, kerang yang ada pasirnya dijual dengan harga yang mahal karena karang tersebut adalah inti dari mutiara.
Setelah orang tua saya menceritakan kisah tersebut, mereka bertanya mana yang akan saya pilih. Mau jadi kerang mutiara, atau menjadi kerang yang diobral di jalan yang tidak tahan cobaan. Akhirnya, saya memutuskan untuk menjadi kerang mutiara. Kemudian orang tuaku kembali berkata, “Kalau kamu mau jadi kerang mutiara, mulai sekarang kamu harus sekolah. Tidak perlu kamu harus berpikir tentang biaya kuliahmu, Nak,” ujar mereka.
![]()
Ilustrasi lulus kuliah menjadi idaman mahasiswa
Saya pun mulai mengikuti pilihan orang tua saya untuk melanjutkan sekolah. Saya memutuskan untuk kuliah di Makassar, Sulawesi Selatan, sesuai dengan permintaan orang tua saya. Saat akan memulai perjalanan menuju Kota Makassar, orang tua saya mengantarkan saya sampai ke pelabuhan.
Setelah menempuh beberapa hari perjalanan ke Makassar dengan melewati lautan dan daratan, akhirnya saya sampai juga. Sempainya di sana, saya bagaikan orang yang awam yang tidak pernah menginjakkan kaki di kota. Rasa sedih bercampur bangga saya rasakan. Saya menikmati indahnya hidup di kota, walaupun status saya baru saja tiba di kota orang.
Saya pun mulai kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar, yaitu Universitas Muslim Indonesia. Semester awal begitu nyaman dirasakan. Bertemu beberapa teman dari daerah yang berbeda. Namun, terkadang saya merindukan sosok ibu, ayah, dan adik-adik. Rasa rindu pun mulai semakin membelenggu. Ingin sekali pulang kampung. Tapi saya tidak ingin membebani orang tua untuk yang kesekian kalinya.
Pada suatu saat, tibalah momen Lebaran. Itu adalah Lebaran pertama saya terpisah dengan orang tua. Terkadang saya tidak bisa melepaskan rasa rindu ini. Sangat ingin bertemu dengan mereka. Hanya air mata yang bisa mengetahui, walaupun air mata ini keluar tampa sepengetahuan orang tua saya.