Mari Merajut Kota Masa Depan
- REUTERS/Beawiharta
Dengan dukungan pemerintah, swasta, kampus dan komunitas, hadirnya contoh-contoh ini bisa saja ter-scale up ke level nasional. Sebuah lompatan kuantum ini bukan lagi sebuah hal yang utopis. Bagaimana dengan kota-kota di Indonesia yang mayoritas didominasi oleh informalitas? Sekali lagi intinya optimalisasi peran Quadruple Helix.
Sebuah studi yang dilakukan oleh University Of Sydney terhadap kondisi informalitas di pojok kumuh kota Bandung menunjukkan bahwa informalitas ini jika dikelola dengan baik akan mampu menghasilkan sebuah titik keseimbangan baru di masa depan. Membangun dan menyatu dengan masyarakat.
Sehingga, konsep kota masa depan nantinya adalah kota cerdas (smart city) yang mampu meningkatkan koneksi antar warga, berpusat di warga, bekerja untuk warga. Teknologi hanyalah pemanis, sedang warga adalah pusatnya. Mari kita merenung, kota-kota kita di masa depan dibuat untuk siapa? (Tulisan ini dikirim oleh Jusriadi, Gowa, Sulawesi Selatan)