Rayakan Kemerdekaan, Komunitas Ini Berbagi Nasi untuk Duafa
Nenek tersebut masih kebingungan saat anggota komunitas memberikan nasi dan alas kaki. Malah, nenek ini bertanya, “Apa sandal ini harus bayar?” Melihat kondisi nenek ini yang masih bekerja di usia senjanya dan tanpa alas kaki saat bekerja membuat para anggota komunitas yang melihat tidak tega dan iba.
Irish Samantha, yang turut ikut dalam kegiatan pendistribusian nasi kotak untuk kaum duafa dari Komunitas Ketimbang Ngemis Bali mengatakan tujuan diadakan kegiatan yang dilakukan dengan komunitas-komunitas sosial di Hari Kemerdekaan RI adalah untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama saudara sebangsa yang tidak mampu.
“Momen pembagian nasi kotak di Hari Kemerdekaan dipilih karena menurut saya para kaum duafa yang bekerja merupakan para pejuang untuk hidup dan keluarganya.” tuturnya. Irish tidak menyangka kalau ternyata dalam kegiatan pembagian nasi kotak ini banyak yang turut berpartisipasi.
“Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat di sekitar kita yang memiliki kepedulian yang sama untuk sekitar. Hanya saja, terbatas dalam informasi bagaimana cara menyalurkan kebaikan yang mereka miliki,” tambahnya. Ia berpesan bahwa kegiatan seperti ini harus banyak ditularkan ke masyarakat, khususnya anak muda. Agar mereka lebih sadar dan peduli terhadap hal-hal sosial di sekitarnya.
“Kegiatan yang kami lakukan secara tidak langsung membantu pemerintah untuk menuntaskan kesenjangan sosial, apalagi masalah kekurangan pangan,” tegasnya. Di tempat terpisah, Soraya Sarah Afifah anggota Komunitas Ketimbang Ngemis Bali mengaku banyak mendapatkan pengalaman hidup saat proses pembagian nasi. “Saya bisa lebih mensyukuri dalam menjalani kehidupan dan mendapatkan banyak inspirasi dari para kaum duafa sebagai sosok pejuang kehidupan,” ungkap Soraya. (Tulisan ini dikirim oleh Herdian Armandhani, Denpasar)