Muruah PDIP Meredup Kembali di Pilkada Jatim dan Jabar

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP telah kalah dalam laga Pilkada di dua daerah strategis di Pulau Jawa, yakni DKI Jakarta dan Banten. Kini, PDIP sebagai partai berkuasa dan pemenang Pemilu Legislatif 2014 dihadapkan pada tantangan yang tak kalah berat dalam menghadapi Pilkada strategis di Jawa Timur dan Jawa Barat.

img_title Elektabilitas PDIP Disalip Gerindra di Survei Litbang Kompas, Begini Respons Hasto

"Dengan mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di DKI dan Rano Karno di Banten yang tingkat elektabilitasnya sangat tinggi, semestinya PDIP dapat memenangkan kedua laga Pilkada tersebut. Namun, kenyataannya PDIP tumbang dan gagal berkuasa di dua provinsi tersebut," ujar Direktur Pusat Kajian Survei Opini Publik (PKSOP), Ziyad Falahi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, muruah PDIP telah redup di DKI Jakarta dan Banten. Kini, muruah PDIP sebagai partai kader berbasis massa kembali dipertaruhkan di Pilkada Jawa Timur dan Jawa Barat.

img_title Efek Jokowi Dinilai Bisa Mempengaruhi Elektabiltas PDIP

Ada perbedaan antara Pilkada Jatim dengan Pilkada DKI Jakarta yang mengusung kader PDIP yakni Djarot Saiful Hidayat sebagai Calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Ahok sebagai Calon Gubernur. Juga Pilkada Banten yang mengusung Rano Karno yang juga kader PDIP.

Sementara di Pilkada Jatim, PDIP justru tak mengusung kadernya sendiri. Koalisi PDIP-PKB gagal melahirkan koalisi nasionalis-santri. Pasangan Saifullah Yusuf-Azwar Anas adalah pasangan santri-santri.

img_title Elektabilitas PDIP dan Ganjar Moncer, Pengamat: Mesin Politik Bergerak Efektif

Padahal, Jatim adalah basis tradisional PDIP yang sangat kuat. Dengan meraih kursi tertinggi 19 kursi di DPRD Provinsi hasil Pileg 2014, yang dapat mengusung kadernya sendiri berpasangan dengan salah satu calon yang beredar. "Sebagai catatan, menurut hasil survei independen yang kami buat terkait sikap kader dan massa akar rumput PDIP di Jawa Timur, menampilkan data kekecewaan, penolakan dan pembelahan secara diam-diam," tutur Ziyad lagi.

Keputusan pimpinan PDIP yang tak mengusung kadernya sendiri dalam Pilkada Jatim diprediksi fatal dalam hasilnya nanti. Bahkan, kemungkinan bisa terjadi eksodus basis konstituen PDIP kepada calon penantangnya pasangan Saefullah-Anas. Karena itu, muruah PDIP sebagai partai kader berbasis massa, akan kembali dipertaruhkan jika tak kembali mengusung kadernya sendiri maju dalam laga Pilkada di Jabar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut