Menyoal Islah dalam Kemelut PBNU

Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Gus Yahya islah
Sumber :
  • Ist

Kedua, atas nama Katib Aam PBNU mengirim surat kepada Rabbi David Saperstein, Director Emeritus The Religious Action Center of Reform Judaism Washington DC Amerika Serikat menggunakan kop surat PBNU tertanggal 22 September 2021 dengan tujuan meminta Rabbi David untuk menjadi anggota Dewan Penasihat di Center for Shared Civilizational Values (CSCV). CSCV diketahui bukanlah lembaga/banom di bawah PBNU. Surat itu ditandatangani Gus Yahya sendiri tanpa ada tanda tangan pengurus yang lain. Surat ini beredar pada saat menjelang Muktamar PBNU di Lampung. 

img_title PBNU Sebut Konflik Kawasan Bukan Pertentangan Antarmazhab

Ketiga, menghadiri forum American Jewish Committee di Amerika pada Juni 2018. Keempat, mengangkat Charles Holland Taylor sebagai penasehat resmi Ketum PBNU Gus Yahya ber-SK PBNU yang belakangan dipecat oleh Rois Am KH. Miftahul Akhyar. Gus Yahya dan C Holland Taylor punya LSM CSCV, Lib4all dan Bait al-Rahmah C Holland Taylor dan Gus Yahya yang beroperasi dikerjasamakan dengan PBNU.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelima, mengundang para tokoh Zionis di forum R20 di Bali, di antaranya Peter Berkowitz. Keenam, menurut penjelasan KH. Said Aqil Siradj dalam forum Kiyai Sepuh di Pesantren Tebuireng Jombang, bahwa “Yahya terlibat Zionis sejak Muktamar Lampung sudah. Karena kehadirannya Gus Yahya di Israel ketika masih Katib. Hanya sekarang lebih parah lagi ketika ngirim 5 orang itu ke Israel. Kemudian Holland dijadikan penasehat khusus Ketua Umum PBNU. Holland orang yang tinggal di Magelang..” 

img_title Pererat Silaturahmi dengan Ulama PBNU, Kapolri Kunjungi Rais Aam KH Miftachul Akhyar

Ketujuh, mengundang Peter Berkowitz seorang pemikir garda depan zionis sebagai narasumber dalam forum pengkaderan tertinggi NU yaitu Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU. Juga mengusulkan ke UI untuk memberikan panggung kepada Peter Berkowitz pembela genosida Israel dengan buku-bukunya yang ada di internet di antaranya buku Explaining Israel dan buku Israel and the Struggle over the International Laws of War. 

Sepertinya masih banyak peristiwa yang mengindikasikan afiliasi Gus Yahya dengan zionisme.

img_title Bagaimana Hukum Rokok Elektrik? Ini Pembahasan Bahtsul Masail PBNU

Setiap peristiwa itu, Gus Yahya selalu meminta maaf. Tetapi terus diulangi tanpa kapok. Sehingga ini jelas bukan taubat yang serius alias taubat sambal. Ada yang bilang dengan bahasa sindiran, lebih baik minta maaf daripada minta izin. Agaknya, kata maaf yang tidak bisa dipercaya. Karena tidak ada jaminan ke depan Gus Yahya tidak akan mengulangi lagi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut