Indonesia Incorporated dan Visi Lompatan Ekonomi

Audiensi Presiden Prabowo Subianto dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Hambalang, Bogor, Jabar
Sumber :
  • Istimewa

(Artikel opini ini dituis oleh Aditya Laksmana Yudha, Jurnalis Ekonomi Senior)

img_title Strategi Pemerintah Capai Ekonomi 6 Persen, Airlangga: Investasi Tumbuh Lebih Cepat dari PDB

VIVA – Audiensi Presiden Prabowo Subianto dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di kediaman Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor pada 9 Februari 2026, bukanlah sekadar pertemuan rutin antara kepala negara dan pelaku usaha. Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu mencerminkan pesan politik dan ekonomi yang lebih dalam, yaitu ajakan serius untuk membangun Indonesia Incorporated. Ini merupakan paradigma yang mendorong kolaborasi nasional antara negara, dunia usaha, dan masyarakat demi mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pertemuan itu, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital yang juga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo. 

img_title DEB Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas di Boyolali, Ketika Keterbatasan Tidak Jadi Penghalang

Pengusaha Mitra Penting
Suasana pertemuan yang cair dan dialogis, memperlihatkan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang ingin mendengar langsung masukan dari para pengusaha. Di sinilah letak makna strategis audiensi tersebut. Dunia usaha tidak ditempatkan semata sebagai objek kebijakan, melainkan sebagai mitra aktif pembangunan. Negara tidak berjalan sendiri, dan pasar tidak dibiarkan bergerak tanpa arah.

img_title Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan Bisa Perkuat Ekonomi Sirkular, Ini Contohnya

Konsep Indonesia Incorporated yang ditekankan Presiden Prabowo menegaskan perlunya penyatuan visi seluruh kekuatan nasional. Pemerintah, swasta, BUMN, UMKM, hingga sektor keuangan dan pendidikan harus bergerak dalam satu orkestrasi besar. 

Seperti sebuah korporasi nasional, Indonesia membutuhkan tujuan bersama, pembagian peran yang jelas, serta kepemimpinan yang tegas namun adaptif. Tanpa itu, ambisi pertumbuhan ekonomi tinggi akan sulit dicapai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 bukanlah angka retoris. Dengan capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen pada 2025, lompatan menuju 8 persen menuntut perubahan cara kerja. Business as usual tidak lagi cukup. Dibutuhkan akselerasi investasi, peningkatan produktivitas, industrialisasi bernilai tambah, dan yang terpenting, penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Dalam konteks inilah peran pengusaha menjadi krusial. Presiden Prabowo secara eksplisit mengajak APINDO dan seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan pekerjaan di sektor riil. Industri tekstil, garmen, alas kaki, dan mebel kembali ditegaskan sebagai sektor strategis yang harus dikembangkan dan dibesarkan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut